Pakar dorong RI lebih substantif memperkuat multilateralisme
Pakar Dorong RI Lebih Substantif Memperkuat Multilateralisme
Jakarta – Dinna Prapto Raharja, seorang pakar hubungan internasional, menyarankan bahwa Indonesia harus meningkatkan upaya diplomasi dengan memaksimalkan berbagai platform kerja sama untuk menjaga relevansi di tingkat global. Dalam wawancara dengan ANTARA, Dinna memberikan pandangan saat memperingati Hari Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian Internasional PBB, Jumat lalu.
Mengoptimalkan Platform Kerja Sama
Dinna menekankan perlunya merevisi strategi diplomasi agar bisa menghasilkan dampak nyata, bukan hanya sekadar simbolis. Ia mengusulkan langkah konkret seperti menugaskan diplomat dan duta besar untuk memberikan masukan yang segar terkait jalur multilateral yang sudah ada atau sedang berkembang. Tugas ini termasuk menetapkan posisi, cara, dan tujuan partisipasi Indonesia dalam berbagai kerangka kerja.
Prinsip “Bebas” dalam Politik Luar Negeri
Pakar dari Binus University ini juga menyatakan bahwa prinsip “bebas” dalam politik luar negeri bebas-aktif mengharuskan Indonesia mengambil keputusan internasional secara independen, tanpa terbebani oleh tekanan negara-negara besar. “Kita harus hidup dengan keberanian bahwa prinsip polugri kita adalah memperjuangkan norma keadilan sosial, perdamaian melalui diplomasi, melindungi kemanusiaan dan HAM, serta menjadi contoh demokrasi sejati,” katanya.
Pentingnya Diplomasi Multilateral
Dinna menjelaskan bahwa diplomasi multilateral merupakan komponen kunci untuk mempertahankan stabilitas tatanan global yang berbasis kolaborasi. Terlebih di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat dinamika antar negara besar dan respons dari pihak lain. “Multilateralisme menjanjikan kepastian bahwa komunikasi antar pihak, kesepakatan mencari solusi atas perbedaan pandangan dan kecurigaan, akan didahulukan melalui jalur diplomasi,” ujarnya.
Implementasi di Berbagai Forum
Dinna menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan diplomasi di tingkat kepala negara dengan tindakan di lapangan. Hal ini perlu diwujudkan melalui langkah konkret di berbagai forum multilateral seperti PBB, ASEAN, OKI, dan BRICS. Selain itu, ia menyarankan bahwa Indonesia harus mengeksplorasi keterlibatan dalam jalur multilateral baru, salah satunya adalah kemungkinan bergabung dalam koalisi untuk menjaga keamanan Selat Hormuz.
Perluasan Kerja Sama ke Sektor Strategis
Ia juga menyoroti peluang Indonesia untuk meningkatkan perannya dengan mengembangkan kerja sama bilateral menjadi multilateral. Fokus utamanya adalah sektor-sektor kritis seperti energi, pangan, dan perdagangan. Menurut Dinna, inisiatif ini dapat memperkuat pengaruh Indonesia di kancah internasional dan menghadirkan solusi yang lebih holistik.