Teheran: Tanker minyak masuk perairan Iran meski diancam militer AS
Teheran: Kapal Minyak Iran Masuk Wilayah Teritorial Meski Terancam Angkatan Laut AS
Istanbul, Selasa – Kapal tanker minyak Iran berhasil masuk ke perairan teritorial negara tersebut, meskipun menghadapi ancaman dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini dikeluarkan oleh militer Iran, menurut laporan media pemerintah IRIB yang mengutip keterangan dari bagian humas militer.
Kapal Sili City, yang dikabarkan berada dalam kondisi aman, melewati Laut Arab pada malam hari sebelumnya sebelum mencapai perairan Iran. Angkatan Laut militer memberikan dukungan operasional selama proses tersebut. Selama beberapa jam, kapal itu berada di salah satu pelabuhan utara negara tersebut.
“Meskipun menghadapi ancaman dari gugus tugas Angkatan Laut AS, kapal tanker Sili City berhasil memasuki perairan teritorial Iran dengan aman,” tambah IRIB.
Penyitaan Kapal Kargo AS oleh Iran
Peristiwa ini terjadi setelah Komando Pusat (CENTCOM) AS, Minggu (19/4), menyatakan bahwa pasukan laut AS menyita kapal kargo berbendera Iran, TOUSKA, di Teluk Oman karena diduga mengabaikan instruksi blokade. Teheran mengecam tindakan ini dan menyebutnya melanggar hukum internasional.
Selasa (20/4), CENTCOM AS juga mengungkapkan bahwa 27 kapal komersial diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran sejak blokade angkatan laut dimulai pada 13 April.
Ketegangan Regional dan Upaya Mediasi
Ketegangan di kawasan memuncak setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai respons, Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel serta negara-negara lain yang memiliki aset militer AS.
Setelah mediasi gencatan senjata 14 hari pada 8 April, Pakistan menjadi pusat pembicaraan antara AS dan Iran pada 11–12 April. Gencatan senjata tersebut dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4) malam waktu Washington. Meski diskusi terus berlangsung, ketidakpastian tetap tinggi.
Pernyataan Presiden AS
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kemungkinan gencatan senjata diperpanjang sangat kecil. Ia juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap diblokir hingga kesepakatan antara kedua pihak tercapai.