Topics Covered: China gandeng Spanyol tolak ‘hukum rimba’ di tengah konflik Iran-AS
China gandeng Spanyol tolak ‘hukum rimba’ di tengah konflik Iran-AS
Istanbul – Presiden China Xi Jinping, Selasa (14/4), menekankan pentingnya kerja sama dengan Spanyol untuk menentang kembalinya ‘hukum rimba’ di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pertemuan Xi dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez di Beijing menjadi momen strategis, demikian dilaporkan oleh kantor berita Xinhua.
“Dunia saat ini berada dalam gejolak, dihadapkan pada pertarungan antara supremasi hukum dan kekuasaan,” ujar Xi, menekankan pentingnya Madrid dan Beijing berkomitmen untuk mempertahankan multilateralisme sejati.
Dalam pernyataannya, Xi tidak secara eksplisit menyebutkan perang AS dan Israel terhadap Iran, tetapi kedua negara telah secara terbuka mengecam tindakan tersebut sebagai ilegal dan tidak dapat diterima. Kedua pihak memperkuat koordinasi dalam menghadapi kebijakan unilateral yang dianggap merusak keseimbangan internasional.
Kunjungan Sánchez ke Beijing berlangsung sekitar lima bulan setelah Raja Spanyol Felipe VI melakukan lawatan kenegaraan ke Tiongkok, yang merupakan pertama kalinya dalam 18 tahun terakhir. Selama lima hari di Beijing, Sánchez berada di Tiongkok sebagai bagian dari rangkaian pertemuan diplomatik.
Spanyol dan Tiongkok mencatat nilai perdagangan bilateral lebih dari 55 miliar dolar AS (sekitar Rp942,3 triliun) tahun lalu, dengan Beijing tetap menjadi mitra dagang utama Madrid di luar Uni Eropa. Angka ini mencerminkan hubungan ekonomi yang semakin kuat antara kedua negara.