Topics Covered: Pakistan terus berupaya cari solusi untuk konflik AS-Iran

Pakistan terus berupaya cari solusi untuk konflik AS-Iran

Istanbul, 13 April

Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, mengatakan bahwa upaya terus diupayakan untuk menyelesaikan beberapa masalah yang belum tuntas antara Amerika Serikat dan Iran. Negosiasi antara delegasi kedua negara yang berseteru tersebut berlangsung di Islamabad, Senin (13/4). Menurut Sharif, pertemuan tersebut memiliki makna historis.

“Perundingan di Islamabad merupakan momen bersejarah tersendiri,” ujarnya dalam pertemuan kabinet.

Sebelumnya, Pakistan berhasil memperoleh kesepakatan gencatan senjata selama 14 hari antara Washington dan Teheran setelah pertempuran berlangsung selama beberapa minggu. Pertempuran itu dimulai setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Setelah upaya diplomatik bersama Turki, Arab Saudi, dan Mesir, Pakistan berhasil menyelesaikan langkah tersebut.

Pertemuan antara Wakil Presiden AS J.D. Vance dan delegasinya dengan tim Iran yang dipimpin Mohammad Bagher Qalibaf berlangsung sepanjang akhir pekan lalu. Diskusi ini berlangsung hampir 16 jam, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan yang memadai untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Sayangnya, kami tidak dapat mencapai kemajuan apa pun,” kata Vance kepada wartawan di Islamabad sebelum kembali ke AS.

Di sisi lain, Qalibaf menyatakan bahwa keputusan akhir masih berada di tangan Washington. “Sekarang terserah AS apakah mereka bisa memperoleh kepercayaan dari Teheran,” tambahnya.

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan bahwa suasana negatif tidak dirasakan setelah perundingan. “Saya tidak ingin berspekulasi, tetapi ada peluang,” katanya kepada wartawan.

Mengenai langkah selanjutnya, Asif menyebut bahwa inisiatif lebih lanjut sedang diupayakan. Berdasarkan laporan media AS, tim negosiasi yang dipimpin Vance menetapkan beberapa “garis merah” yang tidak bisa dinegosiasikan, seperti mengakhiri pengayaan uranium, membongkar fasilitas nuklir, dan membuka kembali Selat Hormuz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *