Trump Tak Akan Cabut Blokade Pelabuhan Iran hingga Sepakat Damai

Trump Tak Akan Cabut Blokade Pelabuhan Iran hingga Sepakat Damai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya tidak akan mengakhiri blokade pelabuhan Iran sebelum Teheran menyetujui kesepakatan perdamaian. Pernyataan ini dikeluarkan setelah sebuah wawancara dengan Bloomberg yang dilaporkan oleh CNN pada Selasa (21/4/2026).

“Blokade ini akan tetap berlangsung hingga ada ‘kesepakatan’ yang berhasil dicapai. Penutupan pelabuhan Iran benar-benar merugikan negara tersebut,” kata Trump melalui media sosial, seperti dilaporkan AFP pada hari yang sama.

Blokade yang berlaku mengakibatkan penghentian aktivitas lalu lintas di Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting untuk perdagangan minyak. Trump menyoroti kerugian ekonomi yang dialami Iran, dengan angka sekitar 500 juta dolar per hari, yang ia anggap tidak bisa terus berlangsung dalam jangka pendek.

Dalam wawancara sebelumnya, Trump menyatakan bahwa tim negosiasi AS telah terbang ke Pakistan untuk memulai putaran kedua perundingan dengan Iran. Ia menekankan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran mungkin tidak diperpanjang jika tidak ada hasil yang memuaskan dari pertemuan tersebut.

“Sangat tidak mungkin saya memperpanjang gencatan senjata jika tidak ada kesepakatan yang jelas,” ujar Trump.

Gencatan senjata antara AS dan Iran berlangsung selama dua minggu, dimulai 7 April 2026. Trump mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan dari hasil negosiasi terbaru untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Saya tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk. Kita punya waktu yang cukup,” tambah Trump.

Ketika ditanya tentang kemungkinan konflik berlanjut jika tidak ada kesepakatan, Trump menjawab, “Jika tidak ada hasil, saya akan memperkirakannya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *