Meeting Results: Jakarta dan China jajaki kerja sama investasi hijau
Jakarta dan China jajaki kerja sama investasi hijau
Pemprov DKI Jakarta sedang mengeksplorasi kerja sama investasi di bidang infrastruktur hijau dan lingkungan hidup bersama delegasi All-China Environment Federation (ACEF) untuk mendorong transformasi pembangunan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta ketahanan kota menghadapi tantangan global. Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Muhammad Herizkianto menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Tiongkok yang telah berlangsung lebih dari 70 tahun menjadi dasar yang kokoh bagi pengembangan kerja sama, khususnya di sektor berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa kemitraan yang kuat akan menentukan keberhasilan kita dalam membangun sistem kota yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Herizkianto dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Menurut Herizkianto, Jakarta tidak bisa beroperasi sendirian. Oleh karena itu, pemerintah mengajak para investor untuk bersama mengembangkan solusi di sektor lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Ia juga menyoroti kontribusi signifikan Tiongkok dalam investasi asing, dengan nilai total mencapai 7,5 miliar dolar AS secara nasional pada 2025 dan 483 juta dolar AS di Jakarta.
Herizkianto menilai angka tersebut masih punya potensi besar untuk ditingkatkan, terutama di bidang lingkungan, infrastruktur, dan pengembangan kota hijau. Ia memastikan bahwa Pemprov DKI melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) DPMPTSP siap memberikan fasilitasi investasi secara menyeluruh, mulai dari penjajakan proyek hingga proses perizinan.
Sementara itu, Vice Chairman ACEF Hong Ping menegaskan bahwa Jakarta sebagai salah satu kota paling dinamis di Asia Tenggara memiliki peluang besar dalam pembangunan. “Kami tidak hanya ingin menjadi penyedia teknologi, tetapi juga mitra jangka panjang dalam pengembangan Jakarta,” kata Hong Ping.
“Bidang-bidang tersebut merupakan kekuatan utama perusahaan kami. Kami siap membawa solusi dan pengalaman dari Tiongkok untuk diimplementasikan melalui proyek-proyek konkret yang saling menguntungkan,” tambah Hong Ping.
Lebih lanjut, ACEF mendorong pembentukan mekanisme komunikasi jangka panjang agar kerja sama tidak berhenti pada tahap diskusi. Mereka ingin memastikan kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Jakarta.