Polisi benarkan penggerebek mobil di Daan Mogot anggota Polsek Gropet
Polisi benarkan penggerebekan mobil di Daan Mogot, anggota Polsek Grogol Petamburan terlibat
Jakarta – Kepolisian mengonfirmasi bahwa enam petugas yang melakukan penggerebekan mobil sipil di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada hari Sabtu (18/4) lalu merupakan anggota dari Polsek Grogol Petamburan. Kapolsek setempat, AKP Reza Aditya, menjelaskan bahwa operasi tersebut berlangsung berdasarkan laporan dari masyarakat. “Kejadian tersebut memang dilakukan oleh personel kami,” kata Reza saat diwawancara di Jakarta, Senin.
Latar belakang operasi
Reza menambahkan, informasi yang diterima menyebutkan adanya aktivitas mencurigakan dalam mobil yang diduga terkait transaksi narkoba. “Kami menerima laporan dari masyarakat yang tidak ingin menyebutkan identitasnya, bahwa ada indikasi transaksi narkoba atau pelanggaran aturan,” ujarnya. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap mobil tersebut.
“Di dalam mobil itu juga ada anak di bawah umur, jadi makanya kita lepas gitu. Nah, sampai saat ini kita lagi mencari identitas yang memviralkan videonya ini untuk mau kita mediasikan,” tutur Reza.
Menurut Reza, saat petugas berupaya menggeledah mobil, pengemudi tiba-tiba tidak kooperatif dan justru merekam serta menyebarkan video aksi penggeledahan. “Tapi yang terjadi, orang yang meng-upload video ini tidak bersikap kooperatif. Malah memviralkan tayangan tersebut,” kata dia. Setelah mengetahui adanya penumpang anak di bawah umur, mobil akhirnya dilepaskan.
Dalam video yang viral, terlihat enam petugas berpakaian sipil menghentikan mobil pada siang hari. Pengemudi kemudian menepi dan membuka pintu setelah diminta oleh petugas. Salah satu petugas masuk ke dalam mobil, menanyakan alasan perjalanan sambil menunjukkan tanda pengenalnya. Petugas memastikan pengemudi tidak perlu cemas dan mengarahkannya menepikan kendaraan ke arah perumahan dekat lokasi.
Di tengah proses tersebut, terjadi cekcok antara petugas dan pengemudi. Selain berdebat, seorang petugas sempat menepuk ponsel pengambil video agar menghentikan pengambilan gambar. Reza menyebut pihaknya masih menelusuri identitas perekam video sebagai langkah mediasi.