Topics Covered: Polisi ungkap kronologi matel bentrok dengan warga di Cakung Jaktim

Polisi Ungkap Kronologi Bentrokan antara Matel dan Warga di Cakung

Jakarta – Sebuah konflik singkat antara kelompok penagih kendaraan, dikenal sebagai mata elang atau matel, dengan sejumlah warga terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra menjelaskan, awal mula peristiwa tersebut dimulai ketika seorang warga yang bukan asli Cakung mengalami kendaraannya ditarik oleh anggota matel. “Warga yang terlibat kemungkinan menghubungi rekan-rekannya setelah motornya ditarik,” tutur Andre saat dihubungi Rabu di Jakarta.

Bentrokan Berlangsung Singkat

Konflik yang terjadi pada Selasa (21/4) sekitar pukul 16.25 WIB memicu ketegangan di sekitar kantor matel. Namun, menurut Andre, situasi telah kembali tenang setelah petugas kepolisian mengambil tindakan cepat. “Kejadian berlangsung sebentar, hanya lima hingga sepuluh menit,” kata dia. Tidak ada korban luka atau jiwa dalam insiden tersebut.

“Tidak ada korban, aman. Kejadiannya juga sebentar, sekitar lima sampai sepuluh menit saja,” ujarnya.

Polisi langsung mengerahkan seluruh anggota melalui Panggilan Luar Biasa (PLB) untuk memastikan keamanan. “Kita suruh merapat sana semua biar tidak ada korban,” jelas Andre. Petugas juga mengumpulkan pihak-pihak terlibat guna meredam ketegangan. “Setelah itu warga dikumpulkan, situasi bisa dikendalikan,” tambahnya.

Massa Bubarkan Diri Setelah Situasi Mereda

Andre menyebutkan, para pelaku keributan tidak berasal dari wilayah Cakung. Setelah konflik berakhir, massa perlahan membubarkan diri. “Mereka bukan warga setempat, jadi ketika situasi tenang, mereka langsung pulang,” katanya.

Pihak kepolisian masih menyelidiki lokasi pasti penarikan kendaraan yang memicu insiden. Namun, karena kantor matel berada di wilayah Cakung, pengamanan fokus dilakukan di sana. “Anggota masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi gangguan lanjutan,” ujarnya.

Insiden Viral di Media Sosial

Aksi tersebut menjadi viral di media sosial, terutama di akun Instagram @warungjurnalis. Video menunjukkan polisi menggunakan gas air mata sambil meminta massa mundur dan menjauh dari lokasi. “Kondisi sekarang sudah aman, insya Allah kondusif,” tutur Andre. Matel juga berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polres setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *