Polisi selidiki dugaan pidana kasus PRT lompat dari kos di Benhil

Polisi Selidiki Dugaan Pidana dalam Kasus Dua PRT Lompat dari Kos di Benhil

Dua pekerja rumah tangga (PRT) yang melompat dari lantai empat sebuah rumah kos di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, sedang dianalisis oleh Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat. Insiden ini menyebabkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya menderita luka berat.

Keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum

“Kami sedang menyelidiki dugaan tindak pidana yang terjadi,” ungkap Kombes Pol Iman Imanuddin dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat.

Kasus Masih Didalami Polres Metro Jakarta Pusat

Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa penyelidikan kasus ini masih dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat, belum sepenuhnya diserahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Masih gabungan, Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” tambahnya.

Detail Kecelakaan dari Kasat Reskrim

AKBP Roby Heri Saputra, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa dua PRT melompat dari kos tersebut. Satu di antaranya tewas, sementara satu lagi mengalami patah tulang.

“Informasi sementara, orang itu katanya tidak betah. Terus kabur dengan cara melompat,” ujarnya, Kamis (23/4).

Dari informasi awal, kedua korban tidak nyaman di tempat kerja, sehingga memutuskan untuk melarikan diri. Namun, Robby menegaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data lebih lanjut untuk memastikan kebenaran alasan tersebut.

Pemanggilan Pemilik Kosan dan Majikan

Untuk memperjelas kejadian, polisi akan meminta keterangan pemilik kosan serta majikan dari kedua PRT yang terlibat. Langkah ini bertujuan mengungkap penyebab lompatan yang memicu insiden tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *