Meeting Results: Soal beban kerja berlebih, ini tanggapan Kasatpol PP Jakbar
Soal Beban Kerja Berlebih, Ini Tanggapan Kasatpol PP Jakbar
Kasatpol PP Jakarta Barat: Tantangan Kesehatan di Tengah Tugas Berat
Kasatpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama, menegaskan bahwa beban kerja yang tinggi memang menjadi tantangan bagi anggotanya. Ia mengimbau para petugas untuk lebih memperhatikan kesehatan, terutama setelah adanya laporan sebanyak 35 personel Satpol PP DKI Jakarta yang meninggal dalam waktu kurang dari setahun. Herry menjelaskan bahwa tugas di lapangan, seperti penjagaan dan penertiban wilayah, sering kali memaksa anggotanya bekerja tanpa istirahat yang cukup. “Kadang mereka capek, tapi tetap harus lakukan tugas. Misalnya, saat badan kurang fit, minum es atau kopi manis bisa berdampak negatif, jadi imbauan kesehatan terus disampaikan via grup WhatsApp,” ujar Herry saat diwawancara ANTARA di Jakarta, Jumat.
“Saya menjadi Kasat Pol PP hampir setahun. Sudah hampir 35 orang anggota saya meninggal, bukan karena kesalahan saya, tapi karena kondisi kerja yang luar biasa. Beban tugas dan sarana pendukung yang minim membuat mereka terus-menerus siaga,”
Laporan Kematian Anggota Satpol PP dan Faktor Penyebabnya
Dalam rapat dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kepala Satpol PP DKI Satriadi Gunawan mengungkapkan bahwa jumlah anggota yang meninggal mencapai 35 dalam kurun waktu hampir setahun terakhir. Ia menilai hal ini dipengaruhi oleh intensitas tugas lapangan dan keterbatasan fasilitas yang disediakan. “Personel sering harus bekerja hingga 36 jam tanpa istirahat, bahkan di lokasi penjagaan 24 jam. Mereka tak punya ruang yang memadai untuk beristirahat, jadi kadang istirahat di tempat ibadah atau lorong kantor,” katanya, Kamis (23/4).
Sebagai langkah mitigasi, Herry mengatakan bahwa anggota Satpol PP Jakarta Barat rutin menjalani pemeriksaan kesehatan setiap tiga bulan. “Kita bekerja sama dengan Sudin Kesehatan, dan setiap tiga bulan kami lakukan check up. Check up terakhir di bulan Maret, lalu akan dilakukan kembali di awal Juni,” terangnya. Selain itu, ia membenarkan bahwa beban kerja memang cukup berat, terutama ketika terjadi insiden seperti banjir, tawuran, atau aduan CRM. “Jadi, pihak kelurahan hanya menyediakan 7-10 anggota, padahal tugas yang harus dijalankan jauh lebih banyak,” tambah Satriadi.
Penyesuaian dan Kewajiban Profesional
Herry menegaskan bahwa tugas Satpol PP adalah bagian dari kewajiban profesi, sehingga harus tetap dilaksanakan meski dianggap berlebihan. “Tidak bisa pilih-pilih, kalau ada panggilan, baik itu malam hari atau siang hari, harus siap tampil. Mereka juga diimbau untuk menjaga pola hidup sehat, seperti minum air putih dan hindari konsumsi gula berlebihan,” imbuhnya. Ia berharap dengan adanya imbauan tersebut, para anggota bisa tetap menjalankan tugas dengan optimal dan tidak kelelahan berlebihan.