Facing Challenges: Mata sering kedutan bisa jadi mengindikasikan stres

Mata sering kedutan bisa jadi mengindikasikan stres

Dari Jakarta, seorang dokter di Rumah Sakit Spesialis Sahyadri, India, menunjukkan bahwa gangguan miokimia, yaitu kedutan mata yang tak terkendali, bisa menjadi pertanda respons tubuh terhadap stres. Fenomena ini perlu diperhatikan, karena bisa mengungkapkan kondisi fisik yang berpotensi menunjukkan tekanan emosional yang berlebihan.

Stres dan respons fisik tubuh

Menurut dr. Priya Palimkar, spesialis jantung dari Rumah Sakit Spesialis Sahyadri, gejala ini bisa menjadi tanda awal bahwa tubuh bereaksi terhadap kenaikan kadar stres.

Ketika stres menumpuk, tubuh mengirimkan sinyal melalui perubahan hormon. Hormon kortisol dan adrenalin dilepaskan, memicu tubuh siap bertindak atau melarikan diri. Proses ini tidak hanya mempercepat detak jantung dan menaikkan tekanan darah, tetapi juga mengaktifkan sistem saraf, sehingga otot-otot, termasuk otot mata, mengalami kontraksi spontan.

“Proses ini menyebabkan kejang otot yang tidak disadari, termasuk gejala pada mata,” tambahnya.

Dokter Palimkar menegaskan bahwa kedutan mata yang sporadis tidak membahayakan. Namun, jika muncul secara terus-menerus, hal itu bisa menunjukkan stres yang sudah mencapai tingkat tinggi. Untuk mengatasi kondisi ini, ia menyarankan perbaikan pola tidur serta pengurangan penggunaan perangkat elektronik.

Jika tidak diatasi, gejala ini bisa menjadi indikator awal gangguan jantung. Oleh karena itu, perhatian terhadap tanda-tanda fisik seperti kejang mata diperlukan untuk mencegah dampak stres yang lebih serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *