Key Discussion: Kemenekraf dorong pegiat ekraf startup nasional naik kelas
Kemenekraf Berupaya Dorong Peningkatan Kemandirian Pegiat Ekraf dan Startup
Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) aktif menjalankan peran sebagai penggerak bagi para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf), termasuk kelompok startup, menuju tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Pada pertemuan dengan Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo), Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa seluruh pelaku Ekraf perlu didorong untuk berkembang melalui proses kurasi, pemanfaatan kekayaan intelektual (KI), serta perluasan akses ke pasar dan pembiayaan.
Strategi Kolaborasi untuk Memperkuat Ekosistem
Kemenekraf menitikberatkan 80 persen dari energinya sebagai pelaku akselerator, termasuk mendukung asosiasi startup seperti Starfindo yang telah memiliki kapasitas signifikan. “Dengan fokus ini, Kemenekraf mencoba mengubah filosofi ekonomi kreatif menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
“Kami siap bekerja sama dengan Starfindo melalui Program ASTA EKRAF, seperti Ekraf Data dan Ekraf Bijak. Namun, perlu dipastikan arah kolaborasi dan tujuan strategis mereka,” kata Riefky.
Dalam pertemuan, Starfindo mengajukan tujuh poin strategis untuk dibahas bersama, meliputi kebijakan regulasi, pengembangan bisnis, infrastruktur teknologi, akses pembiayaan, ekosistem SDM, ekspansi global, serta memudahkan kolaborasi. Wakil Ketua Umum Starfindo, Hembang Nugraha, menjelaskan bahwa pihaknya terus menganalisis kebutuhan anggota untuk menciptakan peluang kerja sama dengan pemerintah atau jalur bisnis ke lembaga negara.
Pelaku Aplikasi Digital Meningkat, Meski Ada Tantangan
Kemenekraf melalui Direktorat Kreativitas Digital dan Teknologi terus menggali potensi inovator aplikasi, terutama dalam menumbuhkan kreativitas berkelanjutan. Riefky menyebut subsektor ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, meski masih menghadapi hambatan seperti pendanaan, perlindungan KI, dan target pertumbuhan PDB serta ekspor.
“IP digital hanya bagian dari aset tak berwujud, tetapi startup teknologi memiliki nilai ekonomi dan kekuatan kreatif yang bisa memacu keberlanjutan ekonomi Indonesia,” ujar Hembang Nugraha.
Starfindo, yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian, telah menggelar Program Startup4industry.id sejak 2018 dan berhasil melatih 1.300 alumni. Mereka lolos dari inisiatif inkubasi di bidang AI, IoT, dan e-commerce. Pertemuan tersebut juga membahas isu penting seperti insentif pajak, transparansi pengadaan, dan pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan untuk mempercepat inovasi startup.
Dengan pendekatan kolaboratif, Kemenekraf menyambut berbagai usulan untuk identifikasi sinergi lintas sektor, kemudian menerjemahkannya dalam bentuk implementasi bertahap. Riefky optimis bahwa kerja sama ini akan menghasilkan dampak yang lebih besar bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.