Key Discussion: Novelis muda Rintik Sedu menilai medsos dekatkan literasi kaum muda
Media Sosial Perluas Akses Literasi bagi Generasi Muda
Makassar – Penulis berbakat Nadhifa Allya Tsana, yang dikenal dengan nama pena “Rintik Sedu,” menyoroti peran media sosial dalam mengintegrasikan budaya literasi dengan kalangan remaja. “Dunia digital membawa literasi ke dekat generasi muda, memberi mereka peluang baru untuk terlibat,” katanya setelah mengikuti acara perjalanan buku di Makassar, Minggu. Menurut Rintik Sedu, kemajuan teknologi memungkinkan akses ke karya sastra dan ruang diskusi menjadi lebih luas dibandingkan masa lalu. Ia menemukan bahwa kini remaja lebih mudah menemukan komunitas yang membagikan dan membahas karya-karya literer melalui platform seperti Instagram.
Perubahan dalam Keterlibatan Literasi
Dulu, ketika ia mulai menulis, Rintik Sedu mengalami kesulitan menemukan ruang diskusi yang sesuai. Namun, situasi kini berbeda. Media sosial dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan pembaca dan penulis dengan minat serupa, sekaligus membangkitkan semangat literasi di kalangan generasi muda. Ia menunjukkan contoh buku-buku seperti Luka, Ronggeng, dan Dukuh Paruk yang kini kembali populer di berbagai platform digital, disertai ulasan dan pertukaran ide dari audiens.
“Ini membuktikan bahwa karya sastra tetap relevan, bahkan berkembang seiring teknologi,” ujarnya.
Kolaborasi sebagai Kunci Kemajuan
Rintik Sedu menekankan bahwa literasi memiliki potensi untuk tumbuh mandiri di kalangan individu. Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan ini memerlukan kerja sama antara penulis dan pembaca. “Kolaborasi antara sesama penulis dan pembaca tidak boleh terbatas,” katanya. Ia berharap tren ini terus berkembang, sehingga budaya membaca di Indonesia semakin kuat, khususnya bagi generasi muda yang terbiasa dengan dunia digital.