Main Agenda: Anwar Ibrahim buka peluang Malaysia impor komoditas minyak dari Rusia
Anwar Ibrahim buka peluang Malaysia impor komoditas minyak dari Rusia
Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan bahwa negara ini bisa menegosiasikan pengimporan minyak mentah dari Rusia untuk mengatasi kebutuhan bahan bakar. Ia menambahkan, dalam kondisi politik saat ini, pemerintah, termasuk perusahaan energi Petronas, berpotensi berdiskusi dengan Rusia untuk memenuhi kebutuhan Malaysia sebagai negara yang memiliki hubungan baik dengan pihak tersebut.
“Dengan situasi geopolitik yang berubah, kita bisa mengambil peluang ini untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Anwar dalam sambutan di acara peresmian Bandara Sultan Ismail Petra, Kelantan, Sabtu (18/4), seperti yang dilaporkan dari Kuala Lumpur, Minggu.
Dalam kesempatan sebelumnya, Anwar juga menjelaskan potensi Malaysia memperoleh minyak mentah dari Rusia. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia melakukan sesi bersama Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, usai pertemuan di Malaysia, Kamis (16/4). Di sana, ia menekankan bahwa hubungan bilateral dengan Rusia tetap kuat, sehingga Malaysia memiliki keleluasaan untuk menegosiasikan pengadaan minyak.
“Meskipun investasi perdagangan terbesar masih berasal dari Amerika Serikat, hubungan dengan Rusia tetap dijaga sebagai bagian dari kepentingan rakyat,” kata Anwar Ibrahim pada waktu itu.
Selama ini, Eropa memberlakukan sanksi terhadap impor minyak Rusia, sementara AS menerapkan larangan impor. Namun, kini kedua negara tersebut diwajibkan untuk mengalihkan kebijakan mereka karena dinamika global dan tekanan ekonomi yang semakin kompleks. Anwar menyoroti bahwa Malaysia beruntung memiliki hubungan yang baik dengan Rusia, yang memungkinkan negara ini berpartisipasi dalam pengadaan minyak mentah yang sekarang sedang diminati oleh banyak negara.
Menurutnya, kondisi saat ini membuat beberapa negara bersaing keras untuk mendapatkan pasokan minyak dari Rusia. “Ini menarik karena kita bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” tutur Anwar.