Key Issue: Sering Ejakulasi-21x Sebulan Risiko Kanker Prostat Hilang? Tunggu Dulu

Sering Ejakulasi 21 Kali Sebulan, Risiko Kanker Prostat Menurun? Tunggu Dulu

Di tengah arus informasi online, muncul klaim bahwa frekuensi ejakulasi tinggi bisa meminimalkan risiko kanker prostat. Pernyataan ini sering didengungkan karena kanker prostat menjadi penyakit yang banyak didiagnosis di dunia, khususnya pada pria. Daniel Kelly, dosen senior bidang biochemistry di Sheffield Hallam University, menyoroti artikel yang dipublikasikan di

The Conversation

pada 15 April 2026. Artikel itu bertajuk “Benarkah sering ejakulasi bisa kurangi risiko kanker prostat? Jawabannya tidak sesederhana itu”.

Penurunan Peradangan

Sebuah studi yang terbit di

ScienceDirect

menyebutkan, tujuh dari 11 penelitian dalam 33 tahun terakhir menunjukkan hubungan antara frekuensi ejakulasi dan penurunan risiko kanker prostat. Meski mekanisme di baliknya belum sepenuhnya jelas, hasil ini sesuai dengan hipotesis bahwa ejakulasi rutin bisa mengurangi konsentrasi zat-zat berbahaya di prostat, seperti racun atau struktur kristal, yang mungkin memicu kanker. Selain itu, aktivitas ini juga berdampak pada respons imun, mengurangi peradangan yang bisa mempercepat pertumbuhan sel kanker.

Usia Menjadi Faktor Penting

Usia ternyata memengaruhi efek ejakulasi terhadap risiko kanker prostat. Beberapa temuan menunjukkan perlindungan hanya muncul jika ejakulasi sering dilakukan di usia 20-29 tahun, 30-39 tahun, atau di atas 50 tahun. Sebaliknya, penelitian lain menyebutkan ejakulasi terlalu sering saat usia muda justru meningkatkan risiko. Khususnya, aktivitas seksual pada masa remaja dugaan besar memengaruhi perkembangan kanker prostat di dekade berikutnya.

Kasus di Harvard dan Australia

Studi dari Harvard University mengungkap bahwa pria yang berejakulasi 21 kali atau lebih per bulan memiliki risiko kanker prostat 31% lebih kecil dibandingkan mereka yang ejakulasi 4-7 kali dalam sebulan. Temuan serupa juga ditemukan di Australia, di mana penelitian menunjukkan pria sebelum usia 70 tahun yang ejakulasi 5-7 kali seminggu mengalami penurunan 36% terhadap kanker prostat, dibandingkan yang hanya ejakulasi 2-3 kali seminggu. Namun, efek ini juga tergantung pada kelompok usia dan kondisi pasien.

Hormon Testosteron dan Hubungannya

Menurut Daniel Kelly, testosteron memainkan peran kritis dalam proses ejakulasi dan hubungannya dengan kanker prostat. Meski kadar hormon ini tinggi tidak selalu meningkatkan risiko, penelitian menunjukkan korelasi antara aktivitas ejakulasi dengan kadar testosteron. Dalam beberapa kasus, ejakulasi yang sering bisa mengatur kadar hormon ini, memengaruhi pertumbuhan sel prostat.

Tidak Ada Kesimpulan Pasti

Sejumlah penelitian mengindikasikan manfaat ejakulasi rutin, tetapi masih ada keraguan. Faktor-faktor lain seperti pola hidup, genetik, dan lingkungan turut memengaruhi risiko kanker prostat. Daniel Kelly menekankan bahwa efek ejakulasi tidak bisa disimpulkan secara mutlak, karena ada variasi hasil di berbagai studi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan hubungan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *