Key Strategy: Kiat jaga kesehatan reproduksi perempuan saat menstruasi

Kiat jaga kesehatan reproduksi perempuan saat menstruasi

Di Jakarta, kebersihan organ intim dan penggantian pembalut secara teratur menjadi aspek penting dalam menjaga kesehatan reproduksi, khususnya selama masa menstruasi. Menurut dokter spesialis dermatologi dan venereologi dr. Kardiana Dewi, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, perempuan harus memperhatikan kebersihan area reproduksi baik saat mengalami menstruasi maupun di luar masa haid untuk mencegah iritasi dan pertumbuhan mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan.

“Pastikan membersihkan dari arah depan ke belakang menggunakan air bersih, lalu segera keringkan untuk menghindari kelembapan berlebih. Kelembapan yang terlalu lama bisa memicu risiko iritasi dan pertumbuhan bakteri,” jelas Kardiana dalam pernyataannya, Selasa.

Kardiana menambahkan, penggantian pembalut harus dilakukan secara berkala selama menstruasi untuk mencegah komplikasi. “Pembalut sebaiknya diganti setiap 3–4 jam atau lebih sering jika aliran darah tinggi. Darah yang menempel lama pada kulit bisa meningkatkan risiko iritasi dan infeksi. Pilih produk dengan daya serap optimal dan permukaan tetap kering agar kenyamanan terjaga. Untuk malam hari, pembalut panjang dapat mencegah kebocoran saat tidur, sehingga kualitas istirahat tetap terjaga dan tubuh tetap segar bangun,” tegasnya.

Edukasi reproduksi dan menstruasi di Karawang

Seiring upaya meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, PT Uni-Charm Indonesia Tbk mengadakan kegiatan edukasi di SMAIT Harapan Umat Karawang, Jawa Barat, yang diikuti lebih dari 100 peserta. Acara bertajuk “Unicharm Ramadan Sehati (Sehat & Percaya Diri)” ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret. Pendidikan mengenai kebersihan dan kesehatan reproduksi serta siklus menstruasi dinilai penting untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan gangguan kesehatan lainnya.

“Pendidikan tentang menstruasi membantu remaja memahami cara merawat diri sejak dini,” kata Yasutaka Nishioka, Presiden Direktur Uni-Charm Indonesia. “Dengan ini, kami harap para siswi bisa tumbuh menjadi individu sehat, percaya diri, dan mampu memberi inspirasi kepada perempuan di sekitarnya,” lanjutnya.

Kegiatan edukasi tersebut juga mencakup sesi tanya jawab dan panduan memilih pembalut sesuai kebutuhan harian. UNICEF Indonesia pada 2020 mencatat bahwa 1 dari 4 anak perempuan di Indonesia belum mendapatkan penjelasan tentang menstruasi sebelum pertama kali mengalaminya. Situasi ini bisa memicu kecemasan, mengurangi rasa percaya diri, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Acara ditutup dengan buka puasa bersama peserta, yang menjadi momen untuk memperkuat pesan edukasi dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya perawatan kesehatan reproduksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *