Sayur dan Buah Ini Mengandung Mikroplastik Tertinggi – Warga RI Doyan

Masyarakat Indonesia Terbiasa Mengonsumsi Mikroplastik dari Sayur dan Buah

Studi terbaru dari Environmental Research pada Februari 2024 mengungkap adanya mikroplastik dalam berbagai makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Mikroplastik, partikel plastik super kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang, bisa masuk ke tubuh melalui pernapasan atau pencernaan. Penelitian ini mengecek lebih dari 12 protein umum, termasuk daging sapi, udang, dada ayam, tahu, dan beberapa alternatif daging nabati seperti remah nabati serta stik ikan.

Temuan Mikroplastik dalam Buah dan Sayur

Penelitian lain pada Agustus 2020, dipublikasikan di Environmental Science, menemukan ratusan ribu partikel plastik dalam sayur dan buah. Apel dan wortel menjadi dua jenis yang paling terkontaminasi, dengan lebih dari 100.000 partikel per gram. Dalam wortel, ukuran partikel mikroplastik terkecil terdeteksi, sedangkan selada menyimpan partikel terbesar. Studi dari Universitas Catania, Italia, juga mengonfirmasi adanya plastik kecil di wortel, apel, selada, dan pir.

Brokoli dan wortel terbukti memiliki kadar mikroplastik tertinggi, mencapai rata-rata lebih dari 100.000 partikel per gram. Dalam buah, apel dan pir menjadi paling berisiko, dengan angka rata-rata 195.500 dan 189.500 partikel per gram, masing-masing. Mikroplastik dan nanoplastik bisa menembus akar tanaman, seperti selada dan gandum, yang kemudian menyebar ke bagian lain tanaman.

“Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik,” jelas Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur berbasis Hong Kong.

Mikroplastik menyebar melalui air atau tanah yang tercemar. Hal ini memicu kekhawatiran karena buah dan sayur menjadi sumber makanan yang bisa menyumbang partikel plastik ke dalam tubuh manusia. Dua studi sebelumnya mengonfirmasi bahwa partikel ini bisa menembus akar tanaman, menyebabkan akumulasi di bagian dalam. Fenomena ini memperlihatkan bahwa makanan yang sehat dan alami bisa terkontaminasi, menyulitkan upaya menghindari plastik dari diet harian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *