Topics Covered: Mengapa degradasi mengintai Tottenham Hotspur​?

Mengapa degradasi mengintai Tottenham Hotspur?

Tottenham Hotspur tengah berada di ambang krisis yang serius, seiring ancaman turun ke Liga Championship. Fernando Llorente, mantan pemain yang pernah membantu tim saat Harry Kane masih menjadi kapten, merasa terkejut melihat perjalanan klub London tersebut. Dulu, ia berperan sebagai striker pelapis ketika Kane aktif di Spurs. Kini, atmosfer yang dulu penuh semangat mulai berubah, terutama dalam tiga bulan terakhir.

Saat ini, Spurs tak pernah meraih kemenangan dalam 14 laga terakhir Liga Premier. Bahkan, mereka gagal memenangkan pertandingan di kandang sejak 6 Desember 2025. Kondisi ini membuat posisi mereka terpuruk di tiga besar klasemen Liga Inggris, hanya menyisakan enam pertandingan lagi untuk menentukan nasib. Meski sempat meraih gelar Liga Europa di Stadion San Mames pada Mei 2025, kemenangan itu justru memicu harapan besar, yang kini terasa semakin mustahil terwujud.

Kehilangan trofi di Liga Inggris menjadi momen paling menyakitkan. Sebelumnya, Spurs sempat memperpanjang rekor tanpa gelar, tetapi kini terjebak dalam kebuntuan. Tiga tim yang mengalahkan mereka di pertandingan awal musim, seperti Brighton, Wolverhampton Wanderers, dan Leeds United, justru menjadi ancaman nyata. Hanya Aston Villa dan Chelsea yang sukses merusak rekor mereka, tapi itulah yang kini menjadi angin segar bagi pelatih.

Diri mereka sendirilah yang mesti terlebih dulu harus mereka kalahkan.

Selama 49 tahun, Spurs belum pernah mengalami degradasi. Namun, sejarah yang mengintai mereka kini mulai terasa nyata. Meski lawan-lawan di sisa musim ini tidak lebih kuat, masalah struktural yang terus menggerogoti klub membuat keadaan semakin kritis. Kemenangan di liga bukan lagi prioritas utama, melainkan bentuk perjuangan untuk menyelamatkan kariernya di liga utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *