Special Plan: Proyek jalan Pasar Minggu disebut terkendala anggaran
Proyek jalan Pasar Minggu disebut terkendala anggaran
Jakarta – Proyek pembangunan jalan sejajar rel di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tidak mengalami penolakan signifikan dari warga. Namun, menurut Lurah Pejaten Timur Supriyanto, proyek tersebut mengalami hambatan akibat dana yang terbatas. “Warga hampir tidak menolak proyek ini. Pengerjaannya sempat tertunda karena pandemi dan keterbatasan anggaran Dinas Bina Marga, sehingga dilakukan secara bertahap,” jelas Supriyanto saat diwawancara di Jakarta, Jumat.
“Warga berharap pembayaran lahan bisa segera dilakukan agar ada kepastian tempat tinggal dan usaha mereka,” ujar Supriyanto. Meski proses pembebasan tanah sempat terhambat sejak awal pandemi, sebagian besar masyarakat tetap mendukung proyek ini.
Dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 493 Tahun 2024, area yang akan dibangun mencakup lahan seluas sekitar 14.220 meter persegi di Kelurahan Pejaten Timur. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berkomitmen menyelesaikan proyek jalan tembus Pasar Minggu yang telah direncanakan sejak 2014 untuk memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
Saat ini, pembebasan lahan masih berlangsung di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan. Hingga 2025, dari total 118 bidang tanah, 59 bidang sudah dikuasai, sementara 59 bidang lainnya masih dalam proses. Delapan di antaranya adalah aset pemerintah. Dinas Bina Marga mengharapkan dukungan warga agar proyek ini dapat berjalan lancar demi kepentingan bersama.
Proyek jalan tembus sepanjang dua kilometer ini dimulai saat era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), 2014-2017. Rencana pembangunan bertujuan mengurangi kemacetan di Pasar Minggu, namun hingga saat ini belum terealisasi sepenuhnya. Supriyanto menegaskan bahwa penyelesaian proyek tergantung pada selesainya pembebasan lahan yang masih berlangsung.