Sudinkes Jaktim ingatkan risiko diare dari konsumsi ikan sapu-sapu
Sudinkes Jaktim Ingatkan Risiko Diare dari Konsumsi Ikan Sapu-Sapu
Jakarta, Rabu – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur memberikan peringatan terkait bahaya kesehatan yang mungkin terjadi akibat konsumsi ikan sapu-sapu. Mereka menekankan bahwa ikan tersebut bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti diare, terutama jika berasal dari perairan yang tercemar.
Peran Bakteri E. Coli dalam Penyebab Gangguan Kesehatan
“Gangguan pencernaan yang paling cepat muncul biasanya diare, karena ikan sapu-sapu mungkin mengandung bakteri E. coli,” jelas Herwin Meifendy, Kepala Sudinkes Jaktim.
Bakteri berbahaya ini sering ditemukan di lingkungan yang terkontaminasi limbah, termasuk kotoran manusia dan hewan. Hal ini membuat risiko infeksi pada saluran pencernaan lebih tinggi, terutama ketika ikan dimakan tanpa pengolahan yang memadai.
Faktor Lingkungan dan Gejala yang Muncul
Herwin menjelaskan bahwa habitat ikan sapu-sapu di sungai atau kali yang berpolusi menjadi penyebab utama kontaminasi. Ikan yang tidak diolah dengan baik bisa membawa bakteri ke dalam tubuh, menyebabkan gangguan kesehatan. Selain diare, gejala lain seperti mual, muntah, dan sakit perut juga bisa muncul.
Dalam kasus tertentu, kondisi ini bisa memburuk jika tidak segera diatasi, terutama pada anak-anak atau kelompok rentan. Diare dianggap sebagai indikasi paling umum dan cepat, meski risiko gangguan pernapasan juga terdapat dalam jangka pendek.
Pencegahan untuk Mengurangi Risiko Penyakit
Menurut Herwin, masyarakat disarankan memilih sumber pangan yang aman, terutama ikan dari perairan bersih. Selain itu, memastikan kebersihan bahan makanan dan memasak hingga matang adalah langkah penting untuk meminimalkan bahaya.