New Policy: Komputer kuantum China kini dilengkapi kapabilitas AI
Komputer Kuantum China Kini Dilengkapi Kapabilitas AI
Beijing – Komputer kuantum superkonduktor generasi ketiga yang dikembangkan secara mandiri oleh China, “Origin Wukong”, kini diperkaya dengan kemampuan komputasi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menggarisbawahi kemajuan signifikan dari fase “dapat digunakan” ke “ramah pengguna” dalam bidang kekuatan komputasi kuantum.
Integrasi AI ke Ekosistem Aplikasi
Dilansir Science and Technology Daily pada Selasa (21/4), inovasi terbaru ini diperkenalkan oleh Laboratorium Utama Cip Komputasi Kuantum Provinsi Anhui. Peneliti menyatakan bahwa kekuatan komputasi kuantum China kini dapat terintegrasi secara sistematis ke dalam lingkungan penerapan AI untuk pertama kalinya.
“Penggabungan antara komputasi kuantum dan AI menjadi arah utama dalam menciptakan revolusi komputasi generasi berikutnya. Kedua teknologi ini saling melengkapi, membuka cara baru untuk mengatasi keterbatasan komputasi tradisional,” kata Guo Guoping, Direktur Laboratorium Utama Cip Komputasi Kuantum Provinsi Anhui.
Untuk mendukung integrasi tersebut, tim peneliti telah merilis beberapa alat AI kuantum, termasuk model pengetahuan besar “Origin Brain” dan layanan QPanda3 Runtime MCP. “Origin Brain” dikembangkan khusus untuk memfasilitasi pekerjaan para peneliti, dosen, serta pengembang komputasi kuantum dengan menyediakan layanan informasi canggih dan presisi.
Sementara itu, QPanda3 Runtime MCP menyediakan akses yang lebih sederhana bagi pengguna dengan memungkinkan pengiriman tugas melalui komunikasi alami. Dengan fitur ini, penggunaan komputer kuantum bisa menjadi lebih efisien dan praktis, menurut laporan Science and Technology Daily.
Statistik Penggunaan dan Arah Kebijakan
Origin Wukong, yang memiliki 72 qubit, adalah komputer kuantum yang dapat diprogram dan dioperasikan. Sejak diluncurkan pada bulan Januari 2024, perangkat ini telah melayani lebih dari 47 juta pengguna dari 163 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Selanjutnya, para ilmuwan berencana untuk mengembangkan algoritma hybrid antara komputasi kuantum dan AI, dengan fokus pada sektor seperti energi, keuangan, dan industri. Tujuan utamanya adalah memberikan dukungan yang lebih efektif dalam pengambilan keputusan di bidang industri, tambah laporan tersebut.