Important News: Jangan Sengaja Gagal Bayar Pinjol, Risiko Besar Mengintai
Jangan Sengaja Gagal Bayar Pinjol, Risiko Besar Mengintai
Kota Jakarta, saat ini terdapat 95 perusahaan penyelenggara pinjaman online (pinjol) yang berizin dari OJK. Menurut data yang dihimpun, total utang yang belum terbayar pada Februari 2026 mencapai Rp100,69 triliun, meningkat 25,75% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, tingkat risiko kredit macet (TWP90) juga naik menjadi 4,54%, lebih tinggi dari sebelumnya yang berada di sekitar 2%.
Masyarakat yang mengajukan pinjaman, baik melalui kredit bank maupun platform pinjol, disarankan untuk mengevaluasi kemampuan keuangan sebelum mengambil utang. Keterlambatan pembayaran bisa memicu berbagai masalah, mulai dari denda yang terus bertambah hingga tekanan psikologis akibat utang yang menumpuk. Risiko hukum juga bisa muncul jika sengaja tidak melunasi cicilan.
“Kenapa sih ada promosi gagal bayar? Perlu disampaikan konten untuk mengimbangi narasi negatif itu. Kalau benar-benar berniat tak bayar, itu ada konsekuensi hukumnya lho,” jelas Indriyatno Banyumurti, ketua ICT Watch, dalam podcast FintechVerse 360kredi di YouTube.
Fenomena ini semakin rentan menyebar karena konten negatif tentang galbay cenderung cepat viral di media sosial. Untuk mengurangi dampaknya, edukasi keuangan bagi pengguna pinjol sangat penting. Indriyatno menekankan bahwa masyarakat harus waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi akibat ketidakpatuhan dalam pembayaran.
Direktur Komersial IdScore, Wahyu Trenggono, juga menyampaikan bahwa skor kredit SLIK OJK bisa menurun akibat galbay. Penurunan ini berdampak luas, seperti kesulitan mengajukan kredit kendaraan bermotor atau perumahan. “Credit scoring harus kita jaga, karena dampaknya sangat serius. Jika skor buruk, bisa memengaruhi peluang kerja dan bahkan hubungan jodoh,” katanya dalam acara AFPI Journalist Workshop and Gathering di Bandung.
Dengan adanya risiko hukum, tekanan psikologis, dan penurunan kredibilitas, masyarakat disarankan lebih bijak saat memutuskan meminjam. Pastikan memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk melunasi cicilan tepat waktu, agar tidak terjebak dalam keterpurukan keuangan.