Latest Program: Video: Siasat Bisnis Angkutan Laut & Operasional Migas Hadapi 2026

Video: Strategi Bisnis Angkutan Laut & Operasional Migas Menghadapi 2026

Jakarta, tengah menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan ekonomi global tahun 2025, perusahaan jasa pelayaran yang menyediakan layanan penyewaan kapal, logistik, serta operasional migas (offshore) dan engineering procurement construction mencatatkan penurunan pendapatan hingga 15,8%. Meski demikian, perusahaan masih berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 209,19 miliar.

Direktur Keuangan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk, Efilya Kusumadewi, mengungkapkan bahwa tekanan ekonomi yang menghimpit hampir seluruh sektor industri, termasuk pelayaran, serta proses docking kapal ELPI untuk perawatan memengaruhi pendapatan. Selain itu, penurunan volume pengangkutan batu bara beriringan dengan penurunan harga komoditas, yang memengaruhi pendapatan dan performa bisnis ELPI.

“Hampir semua sektor industri mengalami tekanan, termasuk pelayaran. Kapal ELPI sedang menjalani masa docking untuk perawatan, sehingga tidak bisa beroperasi penuh, yang berdampak pada pendapatan,” ujar Efilya Kusumadewi.

Meski mengalami penurunan, pendapatan ELPI tetap dijaga di atas 1 triliun rupiah selama dua tahun berturut-turut. Untuk tahun 2026, perusahaan berencana meningkatkan penggunaan kapal guna memenuhi kontrak, sehingga diharapkan mampu memperkuat kinerja perusahaan.

Selain itu, ELPI melakukan akuisisi kapal Multi-Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805 senilai USD46,5 juta. Transaksi ini akan memberikan dampak positif terhadap operasional proyek offshore. Apa strategi bisnis angkutan laut menghadapi gejolak global 2026? Simak dialog Mercy Widjaja dengan Direktur Keuangan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), Efilya Kusumadewi, dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 21/04/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *