Special Plan: Efek Avtur Mahal, Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Selama 60 Hari

Efek Avtur Mahal, Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Selama 60 Hari

Jakarta — Dalam upaya mengurangi tekanan harga tiket pesawat yang naik karena kenaikan biaya bahan bakar avtur, pemerintah mengambil langkah fiskal cepat. Kebijakan terbaru ini bertujuan memastikan masyarakat tetap bisa menggunakan transportasi udara tanpa menghadapi kenaikan tarif yang terlalu besar.

Menurut keterangan resmi, pemerintah membatasi kenaikan tarif penerbangan domestik hingga 9% hingga 13%. Salah satu cara yang diterapkan adalah pemberian insentif pajak melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 24 Tahun 2026. Kebijakan ini mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas tarif dasar dan komponen fuel surcharge, yang sebelumnya sering menjadi penyebab utama mahalnya tiket.

“Dengan aturan ini, PPN untuk tiket kelas ekonomi domestik ditanggung oleh pemerintah, sehingga harga tiket yang dibayar penumpang tidak terlalu meningkat meskipun biaya operasional maskapai naik akibat kenaikan avtur,” jelas Haryo Limanseto, Jubir Kementerian Perekonomian, dalam rilis Sabtu (25/4/2026).

Pemerintah menyatakan biaya avtur mencapai sekitar 40% dari total operasional maskapai. Kenaikan harga bahan bakar langsung memengaruhi tarif tiket, sehingga insentif pajak diperlukan untuk menstabilkan harga.

Kebijakan PPN yang ditanggung pemerintah berlaku selama 60 hari sejak aturan diundangkan. Tujuannya agar dampaknya terasa segera, terutama di tengah fluktuasi harga energi yang masih tinggi.

Untuk memastikan kebijakan tepat sasaran, pemerintah membatasi insentif hanya untuk kelas ekonomi. Tiket non-ekonomi tetap dikenakan skema pajak biasa. Maskapai juga diminta melaporkan penggunaan insentif secara transparan sesuai peraturan perpajakan.

Selain itu, pemerintah sebelumnya telah menaikkan batas fuel surcharge menjadi 38% melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 83 Tahun 2026. Kenaikan ini mencerminkan tekanan biaya yang dihadapi industri penerbangan, sekaligus alasan mengapa intervensi fiskal dianggap penting.

Dengan kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah berharap mampu menjaga keseimbangan. Di satu sisi, maskapai tetap bisa bertahan meski biaya meningkat, sementara masyarakat tidak terlalu terbebani oleh harga tiket yang melonjak drastis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *