New Policy: BTN (BBTN) Tidak Ikut Biayai Kopdes Merah Putih
BTN (BBTN) Tidak Ikut Biayai Kopdes Merah Putih
Di Jakarta, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyatakan pandangan terhadap rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sedang dibahas untuk menyesuaikan ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) agar perbankan lebih proaktif mendukung inisiatif pemerintah. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan bahwa bank tersebut tetap komitmen untuk memperkuat berbagai program perumahan nasional, termasuk KUR Perumahan, KPP, FLPP, dan pembiayaan korporasi untuk pembangunan infrastruktur perumahan.
“Dalam hal ini, kita juga akan terlibat dalam pembiayaan pangan. Kita menyalurkan dana ke perusahaan BUMN pangan seperti BULOG dan ID FOOD,” jelas Nixon saat paparan kinerja BTN kuartal I-2026, Rabu (15/4/2026).
OJK sedang menyusun RPOJK untuk penyesuaian RBB, yang bertujuan mendorong bank-bank nasional lebih terlibat dalam program prioritas pemerintah. Namun, BTN yang fokus pada bidang perumahan menyatakan tidak akan terlibat dalam pendanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ini berbeda dengan bank pelat merah lainnya, karena pemerintah memutuskan untuk tidak menambahkan BTN dalam program tersebut.
“Untuk KDMP, kita diputuskan tidak ikut. Bukan karena kita yang mengusulkan, tapi itu keputusan dari pemerintah melalui Kemenkeu,” tambah Nixon.
Sebelumnya, Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK, menyebutkan bahwa RPOJK akan membantu perbankan lebih masuk ke dalam program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), tiga juta rumah, dan KDMP. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan kredit/pembiayaan industri perbankan, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
“Penyaluran pembiayaan ke sektor prioritas tidak wajib, tapi kita mendorong agar bank-bank bisa lebih masuk ke dalam program-program tersebut. Ini sesuai dengan manajemen risiko dan appetite risiko masing-masing institusi,” kata Kiki saat di Menara Bank Mega, Selasa (7/4/2026).