Topics Covered: Tak Banyak Sentimen Positif, IHSG Masih Bergerak di Zona Merah

Tak Banyak Sentimen Positif, IHSG Masih Bergerak di Zona Merah

Hari ini, Jumat (24/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka tanpa perubahan signifikan. Namun, kurun waktu singkat setelah perdagangan dimulai, indeks terkoreksi hingga 0,22% ke level 7.357. Hingga saat ini, IHSG telah berada di zona negatif selama lima hari berturut-turut. Dalam perdagangan pagi, terdapat 210 saham yang menguat, 119 yang melemah, dan 312 saham yang tidak bergerak.

Kinerja pasar juga ditandai dengan nilai transaksi mencapai Rp 268,75 miliar, melibatkan 375,06 juta saham dalam 43.687 juta transaksi. Kapitalisasi pasar bertambah menjadi Rp 13.216 triliun. Pasar saham Asia-Pasifik dibuka dengan pergerakan beragam, menunjukkan ketegangan yang masih menghiasi suasana investor.

Ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang memengaruhi IHSG. Lonjakan harga minyak brent, yang ditutup pada US$ 105,07 per barel, memperkuat tekanan terhadap indeks. Harga minyak juga meningkat tajam hingga 3% dari level sebelumnya, menurut data terbaru. Sementara itu, indeks dolar AS melonjak ke 98,77, mencapai titik tertinggi sejak 9 April 2026.

Kecaman Politik dan Perjanjian Sementara

Kemarin, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pertemuan antara Israel dan Lebanon di Gedung Putih berjalan positif, sehingga menyetujui perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu. “Pertemuan berjalan sangat baik!” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social, yang mengumumkan penambahan waktu untuk negosiasi diplomatik.

“Pertemuan berjalan sangat baik!” kata Trump dalam unggahan Truth Social yang mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sementara tersebut.

Perjanjian ini memberikan ruang lebih luas bagi upaya mediasi, dengan AS berkomitmen untuk mendukung Lebanon dalam memperkuat pertahanannya melawan Hizbullah. Namun, kekhawatiran tentang konflik Iran tetap menggantung, menyebabkan ketidakpastian yang menghambat optimisme pasar.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,71% sedangkan Topix menguat 0,30%, berkat kenaikan inflasi inti menjadi 1,8% pada Maret. Di Korea Selatan, Kospi turun 0,23%, sementara Kosdaq mengalami pergerakan datar. Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng mengalami penurunan ke 25.802, dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.915,2.

Di Australia, S&P/ASX 200 melemah 0,29%. Sementara di Amerika Serikat, saham-saham ditutup turun pada hari Kamis, dipimpin oleh penurunan sektor perangkat lunak dan kenaikan indeks dolar, yang mencerminkan ketidakpastian tentang kebijakan energi Iran.

Indeks S&P 500 tercatat turun 0,41% ke 7.108,40, setelah sempat mencapai rekor tertinggi dalam sehari. Indeks Nasdaq Composite, yang dominan saham teknologi, mengalami penurunan lebih dalam hingga 0,89% ke 24.438,50. Dalam sesi yang sama, Dow Jones Industrial Average kehilangan 179,71 poin atau 0,36%, berakhir di 49.310,32.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *