What Happened: Breaking News! Dolar AS Turun ke Rp17.260

Breaking News! Dolar AS Turun ke Rp17.260

Jakarta, 24 April 2026

Pada hari Jumat (24/4/2026), rupiah menguat terhadap dolar AS di awal perdagangan mingguan, meski dolar AS sedang mengalami penguatan di pasar global. Data Refinitiv menunjukkan bahwa mata uang Garuda dibuka di Rp17.260 per dolar AS, naik 0,12% dibandingkan hari sebelumnya.

Dolar AS kini berada dalam jalur penguatan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir, setelah negosiasi damai antara AS dan Iran belum menunjukkan kemajuan signifikan. Kondisi ini mengurangi ruang penguatan untuk mata uang negara lain, termasuk rupiah. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tercatat naik 0,04%, melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah hari ini diprediksi dipengaruhi oleh sentimen global, terutama dinamika perang di Timur Tengah antara AS dan Iran. Ketidakpastian politik menyebabkan dolar AS kembali menjadi aset safe haven, sehingga membuat tekanan pada rupiah lebih besar.

“Tekanan terhadap rupiah terutama disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian global, sehingga mata uang regional juga mengalami tekanan serupa,” kata Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, kepada CNBC Indonesia.

BI berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi berkesinambungan. Langkah ini meliputi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, spot, serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di bursa sekunder.

Dalam periode tahun ini, rupiah tercatat melemah 3,54%. Meski demikian, cadangan devisa Indonesia masih terjaga di level US$148,2 miliar per akhir Maret 2026. Destry menegaskan bahwa pelemahan rupiah tidak terjadi secara terpisah, melainkan selaras dengan pelemahan mata uang regional lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *