News

Cerita Sjafrie soal Sosok Ryamizard Ryacudu: Dia Tak Suka Tindakan-Tindakan Ilegal

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin: Ryamizard Ryacudu, Prajurit yang Selalu Mementangkan Kejujuran Cerita Sjafrie soal Sosok Ryamizard Ryacudu - Dalam

Desk News
Published Juni 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin: Ryamizard Ryacudu, Prajurit yang Selalu Mementangkan Kejujuran

Cerita Sjafrie soal Sosok Ryamizard Ryacudu – Dalam upacara pemakaman militer yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (1/6/2026), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan kenangan mendalam mengenai sosok Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan yang meninggalkan jejak sepanjang masa tugasnya. Sjafrie mengungkapkan bahwa Ryamizard dianggap sebagai contoh prajurit yang tidak pernah menuntut balas jasa. Pernyataan itu diungkapkan setelah upacara pemakaman yang dihadiri oleh sejumlah pejabat militer dan pemerintahan.

Pemakaman sebagai Penghormatan Terakhir

Upacara pemakaman tersebut menjadi momen penting untuk mengenang jasa-jasa Ryamizard selama 35 tahun berkhidmat di layanan militer. Sebagai prajurit yang dimulai dari pangkat terendah hingga mencapai posisi tertinggi, Ryamizard dikenang karena kesetiaannya terhadap negara. Sjafrie mengatakan bahwa almarhum selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan disiplin, terlepas dari tantangan yang dihadapi selama kariernya. “Tidak ada penuntutan jasa yang terlihat dari perjalanan hidupnya. Dia terus bekerja di lapangan, tidak pernah menyerahkan tugas kepada orang lain,” jelas Sjafrie.

“Baru saja memakamkan seorang prajurit yang tidak menuntut balas jasa. Dia prajurit sejak pangkat muda sampai dengan tua terus di lapangan. Dia menjadi teladan bagi prajuritnya dan dia juga tidak suka kepada semua tindakan-tindakan yang ilegal,” kata Sjafrie usai mengikuti upacara pemakaman.

Menurut Sjafrie, Ryamizard memiliki komitmen yang kuat terhadap tugas dan tanggung jawab. Ia tidak pernah mengeluhkan kesulitan, bahkan berusaha menginspirasi rekan-rekannya untuk tetap bersemangat dalam menghadapi situasi sulit. “Ryang pernah berhenti berjuang. Ia menganggap keberhasilan sebagai buah dari kerja keras prajurit, sementara kegagalan adalah tanggung jawab seorang komandan,” tambahnya.

Karir dan Pengaruh Nyata

Ryamizard Ryacudu adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah pertahanan Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade, ia berperan aktif dalam berbagai operasi militer dan reformasi struktur organisasi. Sjafrie menjelaskan bahwa Ryamizard memulai karirnya di TNI sejak tahun 1980-an, dan setelah menempuh jenjang karier yang panjang, ia memasuki masa purnatugas pada 2021. Meski telah pensiun, jejaknya masih terasa dalam sistem militer saat ini.

Menurut Sjafrie, Ryamizard tidak hanya menyelesaikan tugas secara profesional, tetapi juga berusaha menumbuhkan semangat nasionalisme di antara prajurit. “Dia selalu mengingatkan bahwa keberhasilan militer adalah kunci keamanan bangsa, dan itu harus dicapai dengan cara yang jujur,” ujarnya. Prinsip ini, menurut Sjafrie, menjadi pedoman bagi banyak prajurit muda yang mengikuti jejaknya.

Prinsip Kepemimpinan yang Menginspirasi

Sjafrie menekankan bahwa Ryamizard memiliki prinsip kepemimpinan yang unik. Ia menekankan bahwa seorang komandan harus bertanggung jawab penuh atas kegagalan, sementara keberhasilan harus diberikan kepada prajurit yang menjalankan tugasnya dengan baik. “Kalau berhasil dalam melaksanakan tugas, itu yang berhasil prajurit, bukan yang berhasil komandan. Tapi kalau tidak berhasil, komandan yang berhenti,” katanya.

Prinsip ini dianggap sebagai pengingat yang kuat bagi para pemimpin militer saat ini. Sjafrie menjelaskan bahwa Ryamizard sering mengatakan, “Kita harus menjadi contoh bagi mereka yang mengikuti kita, karena hanya dengan demikian mereka akan memahami arti pengabdian.” Pernyataan ini menggambarkan sikap tegas dan teladan dari almarhum dalam menjalankan tugasnya.

Kenangan yang Tak Terlupakan

Sebelumnya, Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) di usia 64 tahun. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta, Senin (1/6/2026), dengan upacara yang dipimpin oleh Sjafrie. Saat pemakaman, ratusan prajurit dan keluarga almarhum hadir untuk menyampaikan penghargaan terakhir. “Dalam hidupnya, Ryamizard selalu berada di garis depan, baik saat merayakan kemenangan maupun menghadapi krisis,” kata Sjafrie.

Menurut Sjafrie, kehadiran Ryamizard di TMP Kalibata tidak hanya menjadi penghormatan, tetapi juga pengingat akan pentingnya integritas dalam profesi militer. Ia menilai bahwa almarhum memiliki dampak besar terhadap generasi prajurit yang lebih muda. “Dia tidak hanya memimpin dengan baik, tetapi juga memberikan inspirasi yang tak tergantikan,” ujarnya. Sjafrie menyebutkan bahwa selama masa purnatugas, Ryamizard tetap aktif dalam memberikan nasihat kepada rekan-rekannya.

Dedikasi yang Terus Berlanjut

Ryamizard dikenang karena dedikasinya yang tidak pernah berhenti. Dari masa aktif hingga pensiun, ia tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip TNI. Sjafrie mengakui bahwa ia memiliki hubungan dekat dengan Ryamizard sejak masa dinas aktif hingga sama-sama menghadapi pensiun. “Kita selalu berdiskusi tentang masa depan TNI

Leave a Comment