Important News: May Day! May Day! Harga Plastik Makin Mahal, Pedagang Sudah Teriak
May Day! May Day! Harga Plastik Makin Mahal, Pedagang Sudah Teriak
Di pasar tradisional Jakarta, para pedagang mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). Tindakan ini diambil untuk menekan biaya operasional usaha, karena harga plastik naik tajam akibat perang di Timur Tengah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Kenaikan biaya bahan baku ini berdampak langsung pada konsumen produk plastik, terutama pedagang makanan dan pemilik kantin. Mereka harus menghadapi peningkatan modal usaha yang signifikan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Salah satu contohnya adalah Bagus (29), penjual bakmi Jawa. Ia mengungkapkan kenaikan harga plastik mulai terasa dua minggu silam, meski saat itu belum separah saat ini. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
“Ya, paling kita tambah Rp2.000 buat yang dibungkus, kalau makan di tempat masih sama,” tutupnya.
Menurutnya, harga thinwall yang sebelumnya berkisar Rp20.000–25.000 kini melonjak menjadi Rp40.000 saat berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Risma (37), pemilik warung plastik untuk wadah styrofoam, juga melaporkan kenaikan harga. “Styrofoam ini naik juga. Yang isi 100 biasanya Rp30.000, sekarang Rp40.000,” katanya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Selain styrofoam, warung makannya juga sering memakai thinwall untuk bungkus makanan atau pesanan dalam jumlah besar. Ia mengatakan bahwa styrofoam digunakan untuk pesanan yang akan dibagikan di jalan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Kenaikan biaya modal ini membuat Risma bingung, karena tidak bisa diimbangi dengan kenaikan harga jual. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Dalam pantauan CNBC Indonesia di lokasi, beberapa pelanggan memilih membeli plastik kresek dengan harga lebih terjangkau, setelah mengetahui harga plastik kresek putih yang biasa mereka beli telah naik signifikan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)