Historic Moment: Kisah Pria Medan Angkat Bola Mata Usai Lawan Kanker Stadium 3
Kisah Pria Medan Mengatasi Kanker Stadium 3 dengan Operasi Bola Mata
Seorang pria dari Medan, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik setelah menceritakan perjalanan penyakitnya melalui akun TikTok @nurdiansyahrizki07. Ia harus kehilangan satu bola mata setelah bertahun-tahun berperang melawan kanker stadium 3. Rizki Nurdiansyah (26) membagikan pengalaman hidupnya yang berat, termasuk berbagai prosedur medis yang dijalani selama empat tahun.
Proses Pengobatan yang Berat
Rizki menjalani serangkaian pengobatan intensif, seperti kemoterapi, radiasi, dan operasi. Ia menceritakan bahwa selama empat tahun, dirinya harus menghadapi tumor ganas di belakang bola mata. “Saya melakukan 6 kali kemoterapi, menggunakan 3 jenis obat, menerima radiasi 36 kali penuh dosis, serta menjalani 4 operasi dan 2 biopsi,” tulisnya dalam video. Selain itu, ia juga menjalani perawatan lain untuk memperbaiki kondisi setelah jahitan mengalami kerusakan.
“Gejala paling sakit itu nyeri pada bagian mata sehingga aku tidak bisa bekerja dan nyerinya selalu datang di waktu tidak terduga,”
Pengalaman Rizki dimulai saat ia bekerja di Malaysia pada 2022. Awalnya, kondisi mata merah di kedua sisi dan gangguan penglihatan membuatnya memeriksakan diri ke klinik di Kuala Lumpur. Dokter mengira gejalanya terkait infeksi bakteri dan menyarankan pengurangan penggunaan ponsel di malam hari. Ia juga diberi peringatan untuk menghindari konsumsi makanan cepat saji serta minuman beralkohol, yang menjadi kebiasaan di lingkungan kerjanya.
Setelah menggunakan obat tetes, kondisi matanya sempat membaik. Namun, gejala kembali muncul beberapa minggu kemudian, bahkan lebih parah. Ia mengalami nyeri hebat dan penglihatan yang semakin buruk. Kondisi ini berlanjut hingga penglihatannya sempat hilang total. Selama pandemi, Rizki kembali ke Medan pada Oktober 2022 untuk pemeriksaan lanjutan. Hasil CT scan dan biopsi menunjukkan adanya tumor ganas yang memengaruhi saraf di kepala. Ia dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani terapi intensif.
Dokter menyatakan bahwa kanker tidak bisa dibiarkan, karena berpotensi menyebar ke otak atau bagian mata lain. “Di situ aku sudah nangis senangisnya, tapi kalau nggak diangkat bakalan menyebar nanti kankernya ke otak atau mata lagi satu,” kata Rizki, sebagaimana dilansir detikHealth. Tindakan pengangkatan bola mata menjadi keputusan terberat dalam hidupnya. Setelah operasi, ia tidak dapat menggunakan bola mata palsu dan harus mengalami penutupan permanen di bagian tersebut.
Kondisi Mental yang Terpuruk
Proses penyembuhan juga mengganggu kesehatan mental Rizki. Ia mengaku pernah merasa terisolasi karena sebagian teman mengalami jarak. Namun, dukungan keluarga membantunya tetap berjuang. “Sebenarnya saya nggak kuat kak tapi cuma saya sabar dan ikutin alur jalan sakit ini gimana sampai selesai walaupun mental down, tapi saya tetap semangat buat sembuh dan bisa bekerja kembali,” ujarnya.
Kini, setelah melewati berbagai pengobatan, kanker yang dideritanya dinyatakan telah teratasi. Kisah Rizki menjadi cerminan ketahanan manusia dalam menghadapi tantangan medis yang luar biasa.