Investasi Kuartal I-2026 Masuk Rp 498,8 T – Serap 706.569 Tenaga Kerja
Investasi Kuartal I-2026 Masuk Rp 498,8 T, Serap 706.569 Tenaga Kerja
Menurut data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, total investasi dalam triwulan pertama tahun ini mencapai Rp 498,8 triliun, yang berdampak pada penyerapan 706.569 tenaga kerja. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 18,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Nilai investasi juga mengalami kenaikan 7,2% dibandingkan kuartal I-2025 yang senilai Rp 465,2 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, “Penyerapan tenaga kerjanya 18,9% peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” dalam konferensi pers terkait realisasi investasi kuartal I-2026, Kamis (23/4/2026).
Sektoral
Investasi terbesar terpantau di sektor Industri Logam Dasar dan Barang Logam, Bukan Mesin serta Peralatannya, dengan total Rp 69,4 triliun. Sementara itu, Jasa Lainnya menyumbang Rp 64,2 triliun, sedangkan Industri Pertambangan mencapai Rp 51,9 triliun.
Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran menerima Rp 48,0 triliun, serta sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp 45,4 triliun. Distribusi ini mencerminkan prioritas pengembangan ekonomi di berbagai bidang.
Lokasi
Dilihat dari lokasi, Jakarta menduduki peringkat pertama dengan nilai investasi mencapai Rp 78,7 triliun, atau 15,8% dari total. Jawa Barat mengikuti dengan Rp 76,8 triliun (15,4%), sementara Banten menerima Rp 34,4 triliun (6,9%).
Jawa Timur dan Sulawesi Tengah masing-masing mengabsorpsi Rp 32,6 triliun (6,5%) dan Rp 32,1 triliun (6,4%). Penyebaran investasi menunjukkan partisipasi aktif daerah dalam pembangunan nasional.