Key Discussion: Mendag Respons Demam Kartu Pokemon di RI Sampai Harganya Miliaran
Mendag Respons Demam Kartu Pokémon di RI Sampai Harganya Miliaran
Kembali memanas di Indonesia, fenomena pembelian kartu Pokémon mengalami gelombang tinggi. Dengan harga yang mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan respons terhadap isu yang mulai viral. Menyikapi tingginya minat dan kenaikan nilai transaksi, Budi menyatakan pemerintah akan melakukan pengawasan lebih lanjut.
“Ya sudah, nanti kita cek lagi ya pengawasannya ya,” ujar Budi kepada CNBC Indonesia, saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Dalam pernyataannya, Budi menegaskan bahwa supervisi akan dilakukan melalui Direktorat Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan. “Iya, iya nanti lewat PKTN. Kita nanti.. Saya nanti rapatin ini dengan teman-teman,” tambahnya.
Pemerintah belum merinci langkah teknis, tetapi akan menindaklanjuti situasi ini. “Nanti akan tetap kita cek ya,” tegas Budi. Kenaikan harga kartu Pokémon dipicu oleh kembalinya tren koleksi di dalam negeri. Setelah mengalami penurunan setelah booming gim Pokémon GO pada 2016-2017, minat kembali meningkat, terutama di 2026.
Faktor Penyebab Lonjakan Harga
Lonjakan harga kartu disebabkan oleh berbagai elemen. Pertama, momentum perayaan 30 tahun Pokémon menjadi penentu utama. Kedua, promosi dari artis dan influencer memperkuat tren ini. Aktivitas jual beli pun semakin ramai, baik di toko fisik, acara komunitas, maupun marketplace.
Kenaikan nilai juga dipengaruhi oleh sistem penilaian kartu, kondisi fisik, dan tahun produksi. Kartu yang dinilai tinggi oleh lembaga seperti PSA bisa dibanderol jauh lebih mahal dibandingkan yang biasa. Di sejumlah acara, kartu langka dihargai hingga Rp1,5 miliar per set. Sementara di platform e-commerce, beberapa edisi khusus dijual ratusan juta rupiah.
Kolektor Sebut Momentum Ulang Tahun Pokémon sebagai Pendorong Utama
“Jadi memang hype-nya lagi naik-naiknya, terus orang momentumnya tahun ini kan pas 30 tahun Pokemon ya, jadi ramai lagi yang berburu kartu Pokémon,” kata Kevin, salah satu kolektor.
Kelangkaan juga menjadi faktor utama. Kartu dengan produksi terbatas dan karakter populer seperti Pikachu atau Charizard menjadi incaran. “Namanya langka, ya pasti jumlah kartunya enggak banyak, terbatas sekali. Jadi itu yang membuat dihargai mahal,” jelas Kevin.
Peningkatan harga membuka peluang praktik penipuan, terutama di perdagangan online. Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk diinvestigasi lebih lanjut.