Key Strategy: 36 Tahun Jadi Eksportir Tekstil Dunia, Intip Penampakan Pabriknya

36 Tahun Eksportir Tekstil, Pabrik MSI Jadi Saksi Bisu Industri Padat Karya

Kamis (16/4/2026), sejumlah pekerja sibuk beraktivitas di pabrik tekstil milik PT Mitra Saruta Indonesia (MSI) yang berlokasi di Nganjuk, Jawa Timur. Perusahaan ini telah bertahan selama 36 tahun sejak didirikan tahun 1989, menjadi contoh sukses industri kerajinan yang tetap beroperasi di pasar global.

Proses Limbah Menjadi Produk Ber nilai tambah

MSI tidak hanya menghasilkan barang, tetapi juga mampu mengolah limbah tekstil hingga 3.500 ton per bulan. Dari bahan-bahan tersebut, mereka memproduksi berbagai olahan bernilai tambah, seperti benang dan sarung tangan. Tahun ini, kapasitas produksi sarung tangan mencapai 1,5 juta lusin pasang, sementara benang berwarna mencapai 3.250 ton per bulan.

Konsumen Global di Banyak Negara

Jepang menjadi pasar utama ekspor MSI, disusul Amerika Serikat. Hubungan dagang telah terjalin sejak perusahaan mulai merambah pasar internasional. Produk benang telah menjangkau 29 negara, sedangkan sarung tangan ekspornya diterima oleh 21 negara di berbagai kawasan.

Strategi Menghadapi Krisis

Menurut manajemen, penyebaran pasar ke berbagai wilayah menjadi kunci ketahanan perusahaan menghadapi gejolak global, termasuk krisis perdagangan. Hal ini meminimalkan dampak negatif terhadap kinerja operasional.

MSI juga tidak bergantung pada bahan baku impor karena seluruh produksi menggunakan limbah tekstil dalam negeri. Upaya mempertahankan stok bahan dan stabilitas harga menjadi strategi untuk menjaga kepercayaan pelanggan serta kelangsungan produksi.

Dukungan Pemerintah Meningkatkan Ekspansi

Ekspansi MSI semakin terbantu oleh pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Fasilitas kredit modal kerja dan investasi memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar sesuai mandat pemerintah dalam mendorong ekspor nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *