Key Strategy: 5 Ciri Utama Golongan Warga Kelas Bawah, Ada di Kamu?
5 Ciri Utama Golongan Warga Kelas Bawah, Ada di Kamu?
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah terus memperhatikan masalah kemiskinan sebagai isu utama. Hal ini sejalan dengan upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kondisi ekonomi warga. Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Indonesia terus berkurang, mencapai titik terendah dalam sejarah.
1. Tempat Tinggal
Tempat tinggal menjadi salah satu pengeluaran utama bagi keluarga. Jika seseorang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan rumah yang layak, nyaman, dan aman, ini bisa menjadi indikator bahwa mereka termasuk dalam kelas menengah bawah atau bawah. Namun, tinggal di lingkungan yang memadai dan memiliki ruang untuk perbaikan ke depan masih dianggap sebagai prestasi.
2. Pekerjaan
Jenis pekerjaan sering menjadi penentu status ekonomi. Pekerjaan dengan kategori kerah putih atau kerah biru secara otomatis mencerminkan kondisi kelas pekerja atau menengah. Profesi seperti pelayan, sopir, atau karyawan ritel biasanya menunjukkan pendapatan yang lebih rendah.
“Jika Anda bekerja di posisi manajerial atau bidang spesialis, maka berada di kelas menengah adalah kepastian,” ujar Nathan Brunner, CEO Salarship. Sebaliknya, pekerjaan yang hanya membutuhkan kemampuan dasar dengan gaji kecil dan manfaat terbatas cenderung mengarah pada status kelas bawah.
Beberapa profesi kerah putih seperti guru atau perawat bisa masuk ke kelas menengah, tergantung pada pengalaman dan tingkat penyesuaian.
3. Tabungan dan Investasi
Menabung dan berinvestasi adalah fondasi keuangan penting untuk mendukung stabilitas ekonomi. Namun, bagi warga kelas bawah, mengumpulkan tabungan atau memiliki rencana pensiun seringkali menjadi tantangan. Jika tidak memiliki dana cadangan yang memadai, maka status kelas bawah bisa dianggap sebagai kepastian.
4. Gaya Hidup
Kemampuan untuk merencanakan liburan atau membeli barang baru tanpa rasa takut juga menggambarkan kondisi finansial. Jika anggaran terbatas membuat hal-hal seperti ini sulit dicapai, maka kebiasaan tersebut bisa menjadi tanda posisi di kelas bawah.
Pengelolaan keuangan yang baik bisa memungkinkan pengeluaran sementara, tetapi pengambilan keputusan ekonomi yang fleksibel dan kebebasan dalam menikmati pengeluaran lebih mencerminkan kestabilan kelas menengah.
5. Pendidikan
Pendidikan tinggi sering menjadi kunci menuju kelas menengah. Jika seseorang memiliki gelar sarjana, kemungkinan besar mereka berada di tingkat ekonomi yang lebih baik. Namun, kalangan kelas bawah sering mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan karena biaya yang tinggi.
Kuliah yang dianggap mahal dan tidak bisa dijangkau seringkali menjadi tanda bahwa individu berada di kelas bawah. Sebaliknya, pendidikan yang mencapai tingkat tertentu bisa membuka peluang pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.