Key Strategy: Trump Sesumbar Lagi, Sebut Uranium Iran Siap Diangkut ke AS
Trump Sesumbar Lagi, Sebut Uranium Iran Siap Diangkut ke AS
Di Jakarta, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap rencana yang tidak terduga dalam upaya mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Ia menyebutkan bahwa Washington dan Teheran akan berkolaborasi langsung untuk mengambil stok uranium Iran sebelum materi tersebut diangkut ke wilayah Amerika Serikat.
Pernyataan itu diberikan oleh Trump pada Jumat (17/4/2026) di Phoenix, Arizona, kepada penggemar gerakan konservatif Turning Point USA. Ucapan tersebut muncul saat masih ada perbedaan pendapat antara AS dan Iran mengenai nasib stok uranium yang diperkaya milik Iran.
Seseorang bertanya, bagaimana kita akan mengambil ‘debu nuklir’ itu? Kita akan mengambilnya dengan masuk bersama Iran dan menggunakan banyak ekskavator,” ujar Trump dalam pidatonya, menurut AFP.
Trump juga menegaskan bahwa proses ini akan dilakukan secara bersamaan dengan Iran. “Tapi kita akan masuk bersama Iran. Kita akan mengambilnya. Kita akan membawanya kembali ke Amerika Serikat dalam waktu singkat,” jelasnya.
Klaim ini mengembangkan pernyataan Trump yang diberikan sehari sebelumnya, saat ia menyatakan bahwa Iran telah menyetujui pengiriman uranium yang diperkaya. Namun, pada saat itu ia belum menyampaikan detail terkait mekanisme pengangkutan.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya telah mengungkap pandangan yang berlawanan. Mereka menegaskan bahwa stok uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan diangkut ke negara manapun.
Istilah ‘debu nuklir’ kerap digunakan Trump untuk menggambarkan stok uranium diperkaya Iran, yang dituduh AS disimpan sebagai bagian dari upaya mengembangkan senjata nuklir. Namun, dalam beberapa kesempatan, istilah itu juga digunakan untuk mengacu pada sisa-sisa serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Meski ada perbedaan pandangan, Trump menunjukkan semangat optimis yang meningkat terkait kemungkinan kesepakatan damai. Dalam pernyataannya kepada AFP, ia menyatakan bahwa tidak ada hambatan signifikan dalam negosiasi. “Tidak ada titik buntu, dan kesepakatan sangat dekat,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara yang juga penuh nuansa emosional. Trump diperkenalkan oleh Erika Kirk, istri almarhum pendiri Turning Point USA, Charlie Kirk, yang meninggal pada September lalu.