Latest Program: Bos Konstruksi-Properti Merapat! Harga Semen Sudah Mulai Naik Segini

Bos Konstruksi-Properti Merapat! Harga Semen Sudah Mulai Naik Segini

Jakarta, lonjakan biaya energi kini secara nyata memengaruhi industri semen nasional. Selain dampak dari bahan bakar, kenaikan ini juga menyebar ke berbagai tahap produksi dan distribusi. Christian Kartawijaya, Ketua Pengawas Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi), menjelaskan bahwa situasi saat ini memaksa pelaku industri melakukan penyesuaian harga produk. Meningkatnya biaya operasional terjadi bersamaan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak industri, yang menjadi dasar berbagai kegiatan produksi, mulai dari penambangan hingga pengiriman.

Kenaikan BBM Picu Kenaikan Biaya Mining

Kenaikan harga bahan bakar minyak industri terutama menyebabkan biaya penambangan batu bara meningkat. “Bahan bakar industri ini yang naik banyak, sehingga memengaruhi biaya mining,” ujar Christian setelah acara Halal Bihalal, Selasa (14/4/2026). Ia menambahkan, kekurangan batu bara di industri semen saat ini terjadi karena RKA-B (Rencana Kerja Anggaran) baru dikeluarkan. “Karena kan RKAB-nya baru dikeluarkan,” katanya.

Logistik Jadi Tantangan Baru

Kenaikan harga bahan bakar kapal dan tongkang juga membebani sektor logistik. Biaya distribusi meningkat drastis, terutama untuk daerah di luar Pulau Jawa yang memiliki tarif transportasi lebih tinggi. “Bunker, shipping, barging naik. Jadi, kita bawa semen dan batu bara pakai kapal dan tongkang, itu mengalami kenaikan yang cukup besar,” terang Christian. Hal ini memaksa perusahaan meninjau ulang strategi operasional agar tetap kompetitif.

Industri Sesuaikan Harga Secara Bertahap

Akibat berbagai kenaikan biaya, harga semen di pasar mulai berubah. Penyesuaian ini dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan daya beli konsumen. “Ya, saat ini kami sendiri sudah mulai naik. Jadi, kenaikan ongkos operasional membuat harga harus disesuaikan,” tambahnya. Dalam contoh konkret, Indocement, perusahaan yang dipimpin Christian, mencatat kenaikan harga sekitar 1.500 hingga 2.000 per kantong 50 kilogram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *