Main Agenda: S&P Bilang Utang RI Paling Berisiko Se-ASEAN, Purbaya Jawab Gini
S&P Bilang Utang RI Paling Berisiko Se-ASEAN, Purbaya Jawab Gini
Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menilai utang Indonesia termasuk yang paling rentan di kawasan Asia Tenggara. Dalam laporan terbaru yang dirilis Selasa (14/4/2026), perusahaan menyoroti potensi tekanan pada peringkat utang Indonesia dibanding negara-negara ASEAN.
Risiko meningkat karena lonjakan harga energi dan keterbatasan bantalan fiskal, menurut laporan tersebut. S&P juga menyebutkan bahwa ancaman akan semakin besar jika konflik di Timur Tengah berlangsung lama dan gangguan pasokan energi terus berlanjut.
Indikator kredit Indonesia saat ini berada di tingkat BBB/Stable/A-2, menurut S&P. Dibanding negara-negara berkembang besar lain di Asia Tenggara, kinerja utang Indonesia lebih sensitif terhadap pelemahan posisi fiskal atau tekanan eksternal.
“Waktu itu mungkin mereka mengacu pada laporan yang diberikan hari Senin. Saya meeting pada hari Selasa, jadi sepertinya mereka sudah melakukan asesmen ulang dan di hari Selasa ketika saya meeting dengan mereka, mereka memberikan konfirmasi bahwa outlook kita tidak berubah, tetap stabil dengan rating BBB,” tutur Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya menjelaskan bahwa penilaian ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak berada dalam posisi yang lemah secara fiskal. Ia menambahkan bahwa S&P akan mengunjungi Indonesia untuk mengevaluasi kondisi ekonomi yang sudah berubah dari sebelumnya.
“Jadi, mereka pandangannya sangat positif terhadap Indonesia,” kata Purbaya.