Meeting Results: Waspada Krisis Sulfur Mengintai RI, Hilirisasi Nikel Bisa Terganggu!

Waspada Krisis Sulfur Mengintai RI, Hilirisasi Nikel Bisa Terganggu!

Pemerintah mulai memantau ancaman terhadap pasokan sulfur yang bisa mengganggu proses hilirisasi nikel. Poin ini diungkapkan Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa (21/4/2026). Dalam sesi tersebut, Luhut menjelaskan beberapa tantangan terkini, termasuk risiko konflik global yang mungkin memperpanjang dampaknya pada sektor energi dan barang strategis.

Menurut Luhut, dalam tiga bulan ke depan, pertumbuhan ekonomi dan kegiatan bisnis Indonesia tetap stabil. Namun, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan situasi yang semakin tidak menentu. “Jika konflik global terus berlanjut lebih lama dari estimasi, salah satu ancaman utama adalah kenaikan harga energi,” katanya, dikutip Kamis (23/4/2026).

“Selain energi, kita juga mengawasi gangguan terhadap rantai pasok komoditas strategis lainnya, seperti sulfur yang sangat penting bagi hilirisasi nikel dan pembuatan baterai kendaraan listrik,” ujar Luhut.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan bahwa meski ada tekanan dari luar, simulasi yang dilakukan menunjukkan kondisi ekonomi dan anggaran negara masih terkendali. Ia menegaskan pemerintah akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% dengan menerapkan penghematan belanja yang ketat.

Untuk memperkuat penerimaan negara, pemerintah juga menargetkan pertumbuhan dari komoditas utama seperti batu bara dan kelapa sawit. “Eksistensi kegiatan ekonomi dijaga melalui percepatan deregulasi sebagai bentuk stimulus tambahan bagi pengusaha,” jelas Luhut.

Di tengah tantangan global, Luhut mengidentifikasi peluang yang bisa dimanfaatkan. Diantaranya adalah percepatan transformasi digital melalui penerapan teknologi pemerintahan (GovTech) serta pengembangan Indonesia Financial Center. “Dengan langkah terukur dan kerja sama yang kuat, kita berharap Indonesia tidak hanya bisa mempertahankan stabilitas, tapi juga melompati ke level kemajuan baru,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *