New Policy: Muncul Gejala Rantai Pasok Plastik Terganggu, Semen RI Kena Getahnya?

Muncul Gejala Rantai Pasok Plastik Terganggu, Semen RI Kena Getahnya?

Jakarta, Tantangan pada industri semen kini tidak hanya berasal dari aspek energi dan logistik, tetapi juga mulai memengaruhi sektor kemasan dan bahan pendukung produksi. Hal ini menarik perhatian pemerintah dan pelaku industri karena berpotensi memicu kenaikan biaya secara menyeluruh. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menyoroti adanya indikasi gangguan pasokan bahan kemasan berbasis plastik yang mulai terasa di pasar.

“Kantong semen itu pakai bahan plastik kan, pakai bahan plastik kan sebagian ya, nah itu pasti juga kemungkinan akan mengalami kenaikan. Saya juga ibu rumah tangga, saya sudah mulai melihat, beberapa sudah mulai susah diperoleh di pasar,” kata Emmy dalam acara Halalbihalal Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi) di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Kondisi ini menunjukkan tekanan pasokan tidak hanya terjadi di industri, tetapi juga mulai dirasakan oleh masyarakat secara luas. Ketersediaan bahan plastik menjadi isu yang perlu diperhatikan sejak dini. Dalam skala global, situasi serupa tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga berdampak pada stabilitas bahan baku di berbagai negara.

“Jadi intinya, ini tantangan untuk kita. Bagaimana bisa menghadapi semua tantangan karena tidak hanya Indonesia saja yang mengalaminya, tapi semua negara,” ujarnya.

Kondisi yang Membayangi

Dalam industri, masalah kemasan menjadi bagian dari ketergantungan terhadap bahan impor. Ketua Umum Asperssi, Lilik Unggul Raharjo, menjelaskan bahwa sejumlah komponen dalam produksi semen masih bergantung pada pasokan luar negeri.

“Impor tadi disampaikan yaitu tidak langsung, tetapi bahan bakunya dari impor, yaitu biji plastik,” sebut Lilik.

Ketergantungan ini tidak terbatas pada plastik, melainkan juga mencakup bahan kemasan lain seperti kertas kraft yang digunakan untuk kantong semen. Fluktuasi pasokan dan harga dari negara pemasok menjadi faktor utama yang memengaruhi biaya produksi.

“Iya pengantongan itu. Kantongnya ada dua, kantongnya satunya kertas kraft, satunya plastik,” ujar Lilik.

Kelangkaan dan kenaikan harga bahan kemasan seperti kertas kraft disebabkan oleh pengaruh geopolitik di wilayah utama pemasok. Distribusi bahan baku menjadi tidak stabil, sementara biaya logistik ikut melonjak.

“Nah, kraft ini juga impornya terpengaruh oleh kelangkaan dan suplai ongkos angkut. Sebagian besar kertas kraft bisa diproduksi dari Eropa Timur, Rusia, Ukraina, dan sebagainya,” lanjut Lilik.

Dampak Global

Selain kemasan, bahan pendukung lain seperti gypsum juga masih bergantung pada impor, meskipun sebagian sudah bisa disubstitusi dari sumber alternatif di Asia. Kondisi ini menggambarkan bahwa meskipun bahan utama semen berasal dari dalam negeri, rantai produksinya tetap terhubung dengan dinamika global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *