New Policy: Selat Hormuz Kembali Panas, Kapal Tanker Kena Tembak
Selat Hormuz Kembali Panas, Kapal Tanker Kena Tembak
Jakarta, Konflik maritim kembali memanas di Selat Hormuz, di mana kapal tanker menjadi korban serangan saat melintas di wilayah tersebut. Menurut laporan CNN, Sabtu (16/4/2026), dua kapal cepat milik Garda Revolusi Iran (IRGC) melakukan tembakan tanpa peringatan terhadap kapal tersebut. UK Maritime Trade Operations (UKMTO) mengonfirmasi bahwa kapal didekati oleh dua perahu Iran sekitar 20 mil laut dari pesisir Oman sebelum serangan terjadi. Pihak otoritas memastikan bahwa kapal dan awaknya dalam kondisi aman setelah insiden tersebut.
Di luar peristiwa itu, sebuah kapal kontainer juga dilaporkan mengalami serangan saat melintas di Selat Hormuz. Pemerintah Iran mengambil tindakan ini sebagai respons atas kebijakan Amerika Serikat yang terus memblokir akses kapal ke pelabuhan Iran. Langkah pembatasan lalu lintas maritim oleh Iran bertujuan memperkuat posisi negara tersebut dalam situasi ketegangan yang meningkat.
“Status Selat Hormuz akan tetap dibatasi selama ancaman terhadap kapal yang terkait dengan Iran masih berlangsung,” kata pihak militer Iran.
Di sisi diplomatik, Iran sedang meninjau proposal baru dari Amerika Serikat setelah negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung, meski ia menegaskan bahwa negara itu tidak akan mengizinkan tekanan terhadap Selat Hormuz. Sumber dari Iran mengatakan pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin, meski belum ada konfirmasi dari pihak AS.
Konflik Memanas di Lebanon
Dalam wilayah lain, konflik di Lebanon semakin memburuk. Israel dilaporkan melarang penduduk yang mengungsi kembali ke 55 desa yang telah diduduki. Sementara itu, seorang tentara Prancis dari pasukan penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh Hizbullah. Kelompok tersebut membantah peran mereka dalam insiden tersebut.