Solving Problems: Potensi Besar, RI Harusnya Bisa Hasilkan Biometanol 1,6 Juta Ton/Tahun
Potensi Besar, RI Harusnya Bisa Hasilkan Biometanol 1,6 Juta Ton/Tahun
Indonesia, dengan ibukotanya Jakarta, memiliki peluang signifikan untuk mendorong pertumbuhan sektor biometanol yang mengandalkan limbah dari perkebunan kelapa sawit. Menurut perkiraan, produksi biometanol nasional dapat mencapai hingga 1,6 juta ton per tahun. Potensi ini berasal dari limbah cair kelapa sawit, yang secara nasional mencapai sekitar 150 juta ton per tahun.
John Anis, Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy, menegaskan bahwa bahan baku yang tersedia cukup melimpah. Jika diolah, limbah tersebut bisa dikonversi menjadi sekitar 1,3 hingga 1,6 juta ton metanol setiap tahun. Jumlah ini dinilai besar dalam mendukung pengembangan energi hijau di dalam negeri.
“Jadi potensinya sangat besar sekitar 150 juta ton per tahun itu bisa kurang lebih kalau kita pakai proses yang kita estimasikan mungkin bisa menghasilkan sekitar 1,3 sampai 1,6 juta ton metanol per tahun. Lumayan, lumayan besar,” ujar John dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Rabu (22/4/2026).
Pada tahap awal, kebutuhan bahan baku masih terbatas. Sejumlah 1 juta ton POME dijadwalkan digunakan untuk memulai proyek pembuktian konsep. Namun, tantangan utama terletak pada rantai pasok yang tersebar di daerah-daerah terpencil.
Jumlah pabrik kelapa sawit yang menghasilkan POME mencapai sekitar 800 unit. Lokasi kebanyakan dari mereka berada di Sumatera dan Kalimantan, kawasan yang cukup jauh dari pusat. “Keseluruhan dari sekitar 800 pabrik yang nah ini tantangannya yang lumayan challenging adalah tempatnya itu di remote location dan mencar-mencar,” kata John. Ia menambahkan, daerah terpencil tersebut memerlukan strategi transportasi yang lebih efektif untuk mempercepat akses bahan baku ke pabrik pengolahan.