Special Plan: BPDLH Salurkan Rp20,3 M Buat 4 Proyek Rendah Karbon Ini
BPDLH Salurkan Rp20,3 M Buat 4 Proyek Rendah Karbon Ini
Dari Jakarta, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan menyalurkan dana sebesar Rp20,3 miliar untuk empat inisiatif proyek yang berfokus pada pengurangan karbon di berbagai wilayah. Pendanaan ini disalurkan melalui skema Innovation and Technology Fund (ITF), yang merupakan bagian dari inisiatif Low Carbon Development Initiative (LCDI) Phase 2. LCDI Phase 2 sendiri merupakan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, melalui BAPPENAS, dan Pemerintah Inggris, melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), dengan tujuan memperkuat pengembangan bisnis inovatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Proses Seleksi dan Pemilihan Proyek
Joko Tri Haryanto, direktur utama BPDLH, menyebut empat proyek terpilih setelah melalui proses seleksi yang ketat dari 283 proposal yang masuk, dengan total dana yang telah terkomitmen mencapai Rp1,5 triliun. “Setelah dilakukan penilaian dari 283 tadi, ada 4 yang kemudian dihadirkan jadi pemenang pada hari ini,” ujar Joko dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara BPDLH dan Penerima Manfaat Proyek LCDI-ITF, Selasa (14/4/2026).
“Harapannya kita akan mendengarkan seluruh rencana kegiatan dari proposal nantinya tentu akan mencapai tujuan. Sekaligus akan berkontribusi pada peningkatan ekonomi, penurunan emisi, dan yang paling penting adalah perbaikan kualitas,” ujarnya.
Empat proyek yang mendapatkan pendanaan tersebut mencakup empat sektor utama, yaitu energi, limbah, serta ekosistem pesisir dan laut. Selain itu, proyek juga menjangkau sektor Agrikultur dan perhutanan atau Agriculture, Forestry, and Other Land Use (AFOLU). Secara rinci, BPDLH menyalurkan dana Rp5 miliar untuk pengelolaan limbah di Sulawesi Selatan, Rp4,9 miliar untuk proyek di bidang kelautan dan ekosistem pesisir di Nusa Tenggara Barat, Rp5 miliar untuk proyek AFOLU di Maluku, dan Rp5,3 miliar untuk proyek serupa di Jawa Barat.
Joko menjelaskan bahwa pendanaan ini bertujuan memberikan stimulus bagi proyek tahap awal yang sering kesulitan mengakses modal. Dengan dana tersebut, diharapkan muncul inisiatif baru yang mampu berdampak signifikan dalam mengurangi jejak karbon dan mendorong ekonomi daerah. Pemilihan proyek ini juga diharapkan menciptakan perubahan positif dalam bidang lingkungan serta kualitas hidup masyarakat.