Special Plan: Survei Membuktikan, 63% Warga AS Tak Puas Kinerja Donald Trump

Survei Membuktikan, 63% Warga AS Tak Puas Kinerja Donald Trump

Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru NBC News Decision Desk yang bekerja sama dengan SurveyMonkey, tingkat persetujuan Donald Trump sebagai presiden AS mencapai level terendah dalam masa jabatan kedua. Data ini mengungkapkan bahwa 63% responden menyatakan tidak puas dengan kinerjanya, termasuk 50% yang sangat menolak. Angka ini menggambarkan penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Kepuasan Terhadap Ekonomi Menurun

Isu ekonomi menjadi sorotan utama masyarakat AS, dengan 29% warga menyebutnya sebagai masalah utama saat ini. Penanganan inflasi dan kenaikan biaya hidup, khususnya, menarik kritik tajam. Sebanyak 45% responden memilih kedua isu ini sebagai keluhan terbesar, sementara hanya 32% yang menyetujui upaya Trump mengatasi inflasi. Lebih dari separuh (68%) warga menolak kebijakan tersebut, termasuk 52% yang sangat tidak puas, menurut laporan survei.

“Persentase warga yang sangat tidak setuju meningkat signifikan dibandingkan musim panas lalu,” tulis laporan survei.

Kondisi finansial rakyat pun memperparah ketidakpuasan. Sekitar 40% responden mengaku keadaan ekonomi mereka memburuk dibandingkan setahun sebelumnya, sedangkan 19% merasa lebih baik. Harga bensin yang melambung menjadi faktor tambahan, dengan 29% menganggapnya sebagai masalah serius.

Penolakan Terhadap Kebijakan Iran

Keluhan terhadap tindakan Trump dalam konflik dengan Iran juga terus meningkat. Dua pertiga responden (66%) menilai penanganannya tidak memuaskan, sementara sepertiga lainnya setuju. Kebijakan ini tak mengalami perubahan meski Trump mengumumkan gencatan senjata sementara pada 7 April. Mayoritas warga (61%) juga menolak eskalasi militer lanjut, dengan penolakan lebih kuat dari generasi muda, sebanyak 74% di bawah 30 tahun menentang tindakan perang.

Imigrasi dan Pemilu Masih Mendapat Dukungan

Di sisi lain, Trump meraih sedikit angin segar dari isu imigrasi. Tingkat persetujuan kebijakan perbatasan dan masuknya warga meningkat 4 poin menjadi 44%, meski mayoritas (56%) tetap menyatakan ketidakpuasan. Survei juga menunjukkan dukungan luas terhadap reformasi aturan pemilu, dengan 75% warga menyetujui penggunaan identitas berfoto saat memilih, dan 61% ingin persyaratan mencakup bukti kewarganegaraan.

Kebijakan ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi Partai Republik sebelum pemilihan paruh waktu. Kecemasan terhadap ekonomi dan keputusan luar negeri, terutama dalam konflik Iran, menjadi faktor utama yang berpotensi mengurangi dukungan pemilih, meskipun Trump sebelumnya berjanji akan menekan inflasi dan menghindari perang global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *