Topics Covered: Breaking! Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 3 Minggu
Breaking! Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama Tiga Minggu
Beirut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah diperpanjang selama tiga minggu. Pernyataan ini diumumkan setelah pertemuan kedua antara Duta Besar Israel Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon Nada Moawad di Ruang Oval Gedung Putih, yang diadakan satu hari setelah serangan Israel mengakibatkan kematian lima orang, termasuk seorang jurnalis.
“Pertemuan tersebut berjalan sangat baik! Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu negara itu melindungi dirinya dari Hizbullah,” tulis Trump di platform Truth Social.
Perpanjangan kesepakatan gencatan senjata, yang sebelumnya berakhir pada Minggu, dinilai telah mengurangi intensitas kekerasan secara signifikan. Meski demikian, serangan masih terjadi di wilayah selatan Lebanon, tempat pasukan Israel menetapkan zona penyangga untuk melindungi wilayah utara mereka dari ancaman roket Hizbullah.
Pertemuan di Gedung Putih dihadiri oleh Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, dan Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa. Trump menyatakan menantikan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam waktu dekat.
Kelompok Hizbullah, yang didukung Iran, mengklaim memiliki “hak untuk melawan” pasukan pendudukan Israel. Anggota parlemen Hizbullah Hassan Fadlallah mengatakan kelompoknya ingin gencatan senjata terus berlangsung, tetapi “hanya jika Israel menunjukkan kepatuhan penuh terhadap kondisi yang ditetapkan.”
Lebanon menegaskan keinginan mereka untuk memperpanjang gencatan senjata sebagai syarat melanjutkan perundingan ke tahap berikutnya. Di sana, negara tersebut akan menekankan penarikan pasukan Israel, pemulangan warga Lebanon yang ditahan di wilayah Israel, serta pembentukan batas darat. Di sisi lain, Israel menargetkan pelucutan Hizbullah dan menciptakan kondisi untuk kesepakatan damai.
Israel juga berusaha membangun kesamaan kepentingan dengan pemerintah Lebanon dalam upaya melucuti kelompok tersebut secara damai. Pertemuan pertama antara kedua duta besar terjadi pada 14 April, dipimpin oleh Rubio, dan disebut sebagai kontak paling tinggi antara Lebanon dan Israel dalam beberapa dekade.
Konflik antara Hizbullah dan Israel memanas sejak 2 Maret, ketika kelompok tersebut meluncurkan serangan untuk mendukung Iran dalam konflik regional. Gencatan senjata saat ini berjalan terpisah dari upaya Washington menyelesaikan kesepakatan dengan Teheran, meskipun Iran sempat mendorong Lebanon diikutsertakan dalam pact yang lebih luas.
Seorang pejabat Lebanon menyebut bahwa perpanjangan kesepakatan gencatan senjata menjadi prasyarat untuk mencapai kesepakatan lanjutan. Hizbullah juga mengklaim melakukan empat operasi di selatan Lebanon pada Rabu sebagai balasan atas serangan Israel. Dalam hari paling mematikan sejak 16 April, otoritas Lebanon melaporkan korban tewas termasuk jurnalis Amal Khalil.
Selama ofensif Israel setelah serangan Hizbullah pada 2 Maret, hampir 2.500 orang dilaporkan tewas. Pasukan Israel kini menguasai wilayah selatan Lebanon hingga 5-10 kilometer dari perbaturan, dengan tujuan menciptakan zona penyangga untuk melindungi wilayah utaranya.