Topics Covered: Breaking: Trump Sinyal Negosiasi Baru Perang AS-Iran di Pakistan

Breaking: Trump Sinyal Negosiasi Baru Perang AS-Iran di Pakistan

Jakarta, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran mungkin segera dimulai, setelah rundingan pertama berakhir tanpa kesepakatan akhir pekan lalu. Dalam wawancara telepon dengan New York Post, Trump menyatakan putaran kedua diskusi bisa dilakukan “dalam dua hari ke depan” dan kembali di Islamabad.

“Anda sebaiknya tetap di sana (di Pakistan), karena sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana,” ujar Trump kepada seorang reporter di Pakistan, seperti dikutip AFP, Rabu (15/4/2026).

Trump sempat menyatakan negosiasi tidak akan kembali ke Pakistan, namun beberapa menit kemudian mengubah pernyataan dan menyebut lokasi tersebut lebih realistis. Ia juga memuji Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, yang dinilainya “melakukan pekerjaan yang hebat.”

Dalam upaya mengembangkan dialog, para diplomat dilaporkan meningkatkan komunikasi rahasia untuk memperkuat hubungan antara Washington dan Teheran. Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah AS menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran, yang memicu ancaman balasan dari Teheran.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendukung kemungkinan pembicaraan baru, mengacu pada pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Pakistan, Ishaq Dar. Meski demikian, seorang pejabat AS mengatakan pembahasan masih berlangsung, tanpa jadwal resmi, karena isu utama tetap berkaitan dengan ambisi nuklir Iran.

Konflik yang memasuki minggu ketujuh telah menimbulkan dampak luas, baik secara kemanusiaan maupun ekonomi global. Ribuan korban jiwa dilaporkan tercatat di berbagai negara, termasuk Iran, Lebanon, Israel, dan wilayah Teluk. Militer AS juga mencatat korban seiring eskalasi yang terus berlanjut.

Situasi memperparah kompleksitas setelah blokade maritim diberlakukan di Selat Hormuz, jalur vital yang menyuplai sekitar 1/5 pasokan minyak dunia dalam kondisi normal. Komando Pusat AS mengklaim tidak ada kapal yang melewati blokade dalam 24 jam pertama, sementara sejumlah kapal diminta kembali ke pelabuhan Iran di Teluk Oman.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan kapal tanker asal Tiongkok tidak akan diperbolehkan melintas. “Mereka tidak akan bisa mendapatkan minyak mereka,” katanya di tengah pertemuan IMF-Bank Dunia. Pernyataan ini memicu kritik dari Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang menyerukan negara-negara untuk menghindari pendekatan sepihak dan menjaga kerja sama multilateral.

Penegangan di jalur energi global menyebabkan lonjakan harga minyak dunia, yang berdampak pada kenaikan biaya bahan bakar, pangan, serta kebutuhan pokok di banyak negara. Trump menilai penguasaan Iran atas jalur ini sebagai “pemerasan” dan mengancam akan menghancurkan kapal militer Iran yang menantang blokade. Sementara Teheran memperingatkan akan melakukan serangan balasan jika diserang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *