Topics Covered: Inalum Bangun Pabrik Aluminium Baru di Mempawah, Nilainya Rp41 Triliun

Inalum Bangun Pabrik Aluminium Baru di Mempawah, Nilainya Rp41 Triliun

Proyek strategis PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus bergerak maju dengan pembangunan pabrik aluminium baru di Mempawah, Kalimantan Barat. Investasi mencapai US$ 2,4 miliar, setara Rp 41,11 triliun berdasarkan kurs Rp 17.131 per dolar Amerika. Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi logam ringan nasional, menurut informasi yang dikutip dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan, menurut Melati Sarnita, Direktur Utama Inalum. Kapasitas produksi akan bertambah dari 275.000 ton per tahun menjadi 900.000 ton setelah penambahan smelter kedua di Mempawah. “Proyek Mempawah ini transformasional karena akan meningkatkan kapasitas dari 275.000 ton menjadi 900.000 ton, dengan penambahan 600.000 ton dari smelter baru,” terangnya.

Proyek Mempawah adalah transformasional untuk Inalum karena dari memiliki 275.000 ton kapasitas aluminium, nantinya akan menjadi 900.000 ton aluminium dengan menambahkan 600.000 ton smelter baru di Mempawah, dengan investasi US$ 2,4 miliar dengan struktur 60% debt dan 40% equity,” papar Melati dalam RDP Komisi XII DPR RI, Jakarta.

Untuk membiayai proyek ini, Inalum menggunakan kombinasi antara kredit dan ekuitas internal. Selain itu, perusahaan sedang mengatasi tantangan seperti pembebasan lahan serta jaminan pasokan energi. “Isu utama yang kami lihat pastinya pembebasan lahan, kemudian yang kedua kepastian energi di jangka panjang melalui pembangunan dan penggunaan PLTU selama 30 tahun. Saat ini kami melakukan review komersial kerja sama power solution bersama PTBA dan MIND ID,” lanjutnya.

Faktor energi menjadi kunci utama dalam operasional smelter aluminium, sehingga perusahaan sedang memfinalisasi kerja sama solusi daya (power solution) dengan anggota holding industri pertambangan lainnya. “Sinergi antara Inalum, PLN, dan pihak terkait seperti PTBA bisa diwujudkan karena salah satu keberhasilan dari proyek Mempawah adalah captive dari PLTU untuk smelter aluminium. Tanpa dukungan ini hilirisasi akan berjalan lebih lambat dari target nasional,” jelas Melati.

Proyek ini selaras dengan roadmap Inalum untuk mewujudkan posisi sebagai kekuatan industri aluminium global. Perusahaan menekankan pengembangan rantai pasok yang mengintegrasikan proses hulu hingga hilir. “Kami berkomitmen mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah nasional, serta membangun industri aluminium yang mandiri dan kompetitif secara internasional,” pungkas Melati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *