Official Announcement: Dulu Jualan Sepatu Sekarang Bisnis AI, Harga Saham Lompat 6 Kali Lipat
Dulu Jualan Sepatu, Sekarang Bisnis AI, Harga Saham Melonjak 6 Kali Lipat
Jakarta, Perusahaan Allbirds mengalami kenaikan harga saham yang signifikan setelah mengubah fokus bisnis dari produsen sepatu menjadi bidang kecerdasan buatan (AI). Pada perdagangan Selasa (16/4), saham perusahaan melonjak hampir enam kali lipat, dari US$ 3 per lembar menjadi US$ 17 pada penutupan sesi. Kenaikan ini mendorong valuasi perusahaan meningkat 582 persen, dari US$ 21 juta menjadi US$ 148 juta.
Perusahaan yang sebelumnya dikenal karena inovasi sepatu berbahan alami kini mengumumkan strategi baru, yaitu menyediakan infrastruktur komputasi AI untuk bisnis. Perubahan tersebut ditandai dengan perubahan nama perusahaan menjadi NewBird AI. “Perusahaan dalam tahap awal akan membeli perangkat komputasi AI dengan kinerja tinggi dan latensi rendah, lalu menawarkan akses ke perangkat tersebut dalam bentuk sewa jangka panjang, memenuhi permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh pasar spot dan hyperscaler,”
katanya dalam keterbukaan.
Didirikan pada 2015 oleh Tim Brown, mantan pemain sepak bola profesional, dan Joey Zwillinger, ahli sumber daya terbarukan, Allbirds awalnya fokus pada produk sepatu ramah lingkungan. Misi utama mereka adalah menghadirkan sepatu yang terbuat dari bahan alami, bebas plastik dan komponen olahan minyak. Pada 2016, perusahaan meluncurkan sepatu pertamanya dari wol merino, yang mendapat respons positif, terutama dari kalangan teknologi.
Kemudian, Allbirds melakukan ekspansi besar-besaran dan memasuki pasar saham pada 2021 melalui IPO. Valuasi perusahaan sempat mencapai puncak US$ 4 miliar. Namun, tren pasar berubah, menyebabkan penjualan perusahaan terpuruk. Dalam tiga tahun, dari 2022 hingga 2025, pendapatan turun separuhnya, dari US$ 298 juta menjadi US$ 152 juta. Bulan lalu, mereka menjual seluruh aset, termasuk hak cipta, kepada American Exchange Group dengan nilai transaksi US$ 39 juta.
Menurut CNBC Internasional, Allbirds hanya salah satu dari sejumlah perusahaan yang beralih ke bidang AI, memanfaatkan gelombang tren yang dimulai sejak kemunculan ChatGPT pada 2022.