What Happened During: Depan BYD, Kemenperin: Investasi Otomotif Tak Bisa Langsung Manufaktur
Depan BYD, Kemenperin: Investasi Otomotif Tak Bisa Langsung Manufaktur
Jakarta, dalam sebuah forum, Kementerian Perindustrian mengatakan bahwa pembangunan industri otomotif tidak bisa terjadi secara langsung tanpa melewati proses perakitan bertahap. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para pelaku sektor, termasuk Luther T. Panjaitan, kepala PR & Pemerintah BYD Indonesia.
Kementerian ingin menyampaikan bahwa setiap produsen kendaraan pasti melalui beberapa tahapan sebelum bisa mencapai produksi penuh. Saat ini, beberapa perusahaan baru masuk ke pasar Indonesia, terutama dalam bidang kendaraan listrik. Hal ini memicu pemerintah untuk menegaskan bahwa perakitan awal adalah bagian penting dari proses investasi.
“Tidak ada pabrikan otomotif di dunia yang langsung memproduksi mobil dengan manufaktur penuh,” ujar Setia Diarta, Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, dalam Forum Wartawan Industri (Forwin), Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, seluruh industri otomotif global mengikuti pola serupa dalam membangun produksi di suatu negara. Proses ini dimulai dari impor komponen, kemudian berkembang ke perakitan lokal, hingga akhirnya mencapai manufaktur lengkap.
“Pasti mereka punya tahapan panjang, mulai dari CBU, CKD, IKD, lalu berkembang ke manufaktur stamping, painting, welding, dan akhirnya full manufaktur,” lanjut Setia.
Kementerian menekankan bahwa tahapan awal seperti CKD memiliki dampak ekonomi signifikan, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja. Setia menjelaskan bahwa perakitan tidak bisa dianggap remeh karena tetap memberikan nilai tambah dalam proses produksi.
“CKD motor bisa menyediakan minimal 90 orang tenaga kerja,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Setia memastikan bahwa aktivitas perakitan adalah bagian dari produksi. Ia juga menyebut bahwa peningkatan skala produksi akan mendorong investasi lebih lanjut dari produsen otomotif.
“Ketika demand besar, pasti ada penambahan investasi lagi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengenalan model kendaraan baru di masa depan akan membuka peluang investasi teknologi baru di dalam negeri. Hal ini menjadi cerita berbeda dibandingkan dengan tahapan sebelumnya.