Historic Moment: TNI sebut tak terlibat dalam penembakan anak di Jigiunggi
TNI sebut tak terlibat dalam penembakan anak di Jigiunggi
Jakarta – Menurut Letkol Inf Wirya Arthadiguna, Kepala Penerangan Koops TNI Habema, anggota TNI tidak terlibat dalam insiden kematian seorang anak yang terjadi di Kampung Jigiunggi, Papua. Pernyataan ini membantah berita bahwa anak tersebut menjadi korban akibat pertempuran antara TNI dan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
“Tidak ada aktivitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi saat peristiwa penembakan terhadap anak terjadi,” ujar Wirya dalam siaran pers resmi Koops Habema yang diterima pada Senin.
Di hari yang sama, Selasa (14/4), terdapat dua kejadian penembakan yang berbeda. Pertama, di Kampung Kembru, laporan warga menyebutkan adanya keberadaan kelompok bersenjata OPM. Aparat TNI langsung datang ke lokasi untuk mengecek dan memastikan situasi. Saat tiba di sana, mereka mengalami serangan tembakan dari OPM, sehingga baku tembak berlangsung. Dalam peristiwa itu, empat anggota OPM gugur.
“Aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain dua pucuk senjata rakitan, satu pucuk senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, satu selongsong peluru, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau,” tambah dia.
Di sisi lain, pada hari yang sama, TNI menerima laporan dari kepala kampung Venius Walia tentang kematian satu anak karena tembakan. “TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut. Namun hingga saat ini, penyebab pasti masih dalam penyelidikan,” jelas Wirya.
Wirya menegaskan bahwa insiden penembakan di Jigiunggi tidak melibatkan prajurit TNI. Ia menjamin proses pemeriksaan akan dilakukan secara transparan untuk menjaga keadilan. “TNI berkomitmen bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap tugas,” tegasnya.