Meeting Results: Bima Arya beri penguatan karakter kepemimpinan mahasiswa Unja
Bima Arya beri penguatan karakter kepemimpinan mahasiswa Unja
Kota Jambi, Rabu – Sejumlah mahasiswa Universitas Jambi (Unja) mengikuti acara kuliah umum dan bedah buku yang diselenggarakan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto di Rektorat Unja. Acara tersebut menjadi kesempatan untuk memperkaya pemahaman tentang kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
Materi tentang makna hidup dan kehidupan politik
“Hidup hanya sekali, jangan diperbudak oleh materi. Untuk itu harus memiliki makna,”
Bima Arya menyampaikan pesan tersebut dalam pidatonya. Ia menekankan pentingnya membangun identitas diri sejak dini agar mampu menghadapi tantangan di masa depan, baik dalam memilih karier maupun terlibat di dunia politik.
Dalam buku yang berjudul Babad Desa, Bima Arya menjelaskan bahwa karya tersebut tidak hanya memuat pengalaman di masa jabatannya sebagai Wali Kota Bogor, tetapi juga membahas pendidikan politik serta strategi menghadapi dinamika birokrasi dan masyarakat. Buku ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang cara menjaga keseimbangan antara kepentingan praktis dan nilai idealisme dalam kepemimpinan.
Bima Arya menyoroti bahwa banyak kepala daerah masih terjebak dalam kegiatan seremonial, sehingga kurang optimal dalam mendorong perubahan. “Akibatnya, hingga akhir masa jabatan tidak ada program yang menonjol karena ketidakmampuan menjaga ritme kerja dan menggerakkan birokrasi,” ujarnya.
Peran generasi muda dalam membangun jejaring
Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak takut keluar dari zona nyaman dan aktif membangun koneksi. “Perbanyak bergaul agar kepekaan dalam memahami karakter orang terasah, dan jangan ragu selama langkah yang diambil diyakini benar,” tambahnya.
Seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Politik Unja, Ahmad Riansyah, mengapresiasi materi yang disampaikan. Menurutnya, pembelajaran tersebut membantu memahami tantangan kepemimpinan dan pentingnya disiplin dalam menjalankan tugas. “Materinya menarik dan memberi pemahaman tentang tantangan serta cara mencari solusi,” katanya.